JAKARTA (Pos Sore) — Jika dibandingkan dengan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang hanya menjangkau 9 juta siswa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengklaim Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan menjangkau sedikitnya 19 juta siswa pada 2015.
“Untuk KIP Pemerintah telah menganggarkan Rp7,1 triliun. Meski menggunakan data BSM namun KIP berbeda. Kalau BSM diberikan pada siswa di dalam sekolah. Kalau KIP diberikan pada anak usia sekolah, baik yang sedang sekolah maupun putus sekolah,” jelasnya, di Jakarta, Senin (29/12)
Ia menjelaskan perbedaan tersebut akan berdampak positif bagi siswa yang putus sekolah. Banyak anak usia sekolah yang putus sekolah, karena tidak ada biaya padahal mereka mau melanjutkan pendidikan. Terlebih KIP diberikan kepada anak putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan ke lembaga formal atau nonformal seperti lembaga kursus dan balai latihan kerja.
“Kemdikbud dan Kementerian Sosial akan melakukan pendataan ulang. Kami ingin dikonsolidasikan jadi satu dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” katanya.
Hal itu dilakukan agar tidak perbedaan data dan untuk penghematan. Mendikbud menyebutkan jika terintegrasi maka akan menghemat setidaknya Rp250 miliar untuk pembuatan kartu. (tety)
