04/05/2026
Aktual

Bidan dan Dukun Berperan Turunkan AKI dan AKB

JAKARTA (Pos Sore) — Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan kesepakatan global pada 2015 diharapkan AKI menurun dari 228 pada 2007 menjadi 102 pada 2015.

Sedangkan untuk AKB menurun dari 34 pada 2007 menjadi 23 pada 2015, dan untuk AKABA menurun dari 44/100 kelahiran hidup pada 2007 menjadi 32/100 KH pada 2015.

Bidan dinilai berperan menurunkan AKI dan AKB. Bagaimana di pedesaan yang proses persalinannya ditolong oleh dukun yang umumnya tidak mengenyam pendidikan formal seperti bidan.

Kementerian Kesehatan menilai kerja sama antara bidan dan dukun dapat membantu persoalan itu. Dukun punya kelebihan dekat dengan masyarakat, sementara bidan banyak yang hanya ‘pendatang’.

“Dengan bekerja sama, bidan jadi lebih mudah untuk ‘masuk’ ke masyarakat,” kata Direktur Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan, Gita Maya Koemara, pada puncak Kampanye Peduli Kesehatan Ibu yang berakhir bertepatan pada Hari Ibu (22/12). Kegiatan ini diintegrasikan dalam Workshop Peningkatan Kesehatan Ibu dan Imunisasi.

Dalam kerja sama ini, bidan dan dukun berbagi tugas dalam membantu proses persalinan. Misalnya, bidan tetap menjadi penolong utama persalinan, sementara dukun bisa mendampingi untuk memberi kekuatan spiritual, sehingga si ibu bisa lebih tenang.

“Keberadaan dukun sebagai bagian dari masyarakat memang harus diberdayakan. Nantinya pun tidak hanya membantu bidan dalam proses persalinan, tetapi juga mengingatkan para ibu untuk mengimunisasi anaknya,” kata Gita.

Terkait kampanye Kesehatan Ibu, pihaknya menegaskan, meski secara resmi berakhir pada 22 Desember, tetapi peningkatan kesadaran masyarakat tentang keselamatan ibu tetap berlanjut dengan berbagai aktifitasnya di lapangan.

Kampanye ini sendiri dimulai sejak 28 April 2014 dalam rangkaian kegiatan dalam pencegahan kematian ibu dan bayi secara berkesinambungan sesuai dengan masa kehamilan seorang ibu selama 9 bulan. Kampanye ini diakhiri pada 22 Desember 2014, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.

“Tujuan kampanye ini untuk menggerakkan masyarakat melakukan upaya menjaga kesehatan ibu, khususnya pada saat kehamilan, membangung kesadaran ibu hamil, calon ibu, dan keluarganya,” katanya. (tety)

Leave a Comment