7.4 C
New York
23/04/2026
Ekonomi

Nilai Investasi BP Jamsostek Ditargetkan Tembus Rp39 Triliun pada 2018

JAKARTA (Pos Sore) –Direktur Investasi Badan Penyelenggara Jamian Sosial (BP Jamsostek), Jeffry Haryadi menargetkan mampu memperoleh dana hasil investasi hingga Rp39 triliun pada 2018.Target capaian ini didasari seiring meningkatnya jumlah kepesertaan hingga 16,4 juta hingga oktober 2014.

“Setelah kita bertransformasi menjadi BP Jamsostek, kepesertaan kita bakal bertambah jauh lebih besar. Sehingga dana hasil investasi untuk memenuhi manfaat peserta kita juga harus lebih besar,” ujar Senin (15/12).

Agar target hasil investasi bisa diraih, katanya BP Jamsostek terus menjaga pertumbuhan investasi setidaknya sekitar 30 persen selama empat tahun ke depan.”Nah, bagaimana mencapai peningkatan 30 persen itu? Strategi kami adalah mengelola aset alokasi taktis.”

Ketika tahun-tahun pertama beroperasi sebagai BPJS Ketenagakerjaan, badan publik nirlaba terus menyeimbangkan kembali portofolio investasinya.Bahkan, manajemen terus menggali formula tepat pengembangan dana kelolaan agar optimal, sebelum memutuskan kebijakan berinvestasi.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kajian berkala terhadap motor penggerak pengelolaan dana untuk memberikan manfaat pasti kepada peserta.”Agar kebijakan bisa diketahui berjalan efektif, ke depan setiap tiga bulan sekali, kami kaji kebijakan investasinya. Apakah tepat atau harus menggeser portofolio dari satu keranjang ke keranjang investasi lainnya. Begitu terus.”

Strategi investasi ini dilakukan, katanya didasari atas hasil evaluasi dari startegi investasi sebelumnya ketika masih berstatus PT Jamsostek.

Ia berharap,melalui kebijakan baru ini, total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan bisa mencapai Rp 500 triliun hingga akhir 2018.Sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2014, BP Jamsostek menargetkan dana kelolaan sebesar Rp185 triliun. Dana kelolaan itu terdiri dari dana program Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp161 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp11 triliun, Jaminan Kematian (JKM) Rp4 triliun, serta dana BPJS Ketenagakerjaan yang diprediksi menyentuh Rp8 triliun hingga penghujung tahun nanti.(fitri)

Leave a Comment