5.7 C
New York
26/04/2026
Aktual

Panggah: Tak Perlu Khawatir hadapi MEA

CIAWI (Pos Sore) — Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto menyatakan industri berbasis agro tidak perlu khawatir menghadapi persaingan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang sudah di depan mata.Karena industri ini memiliki kekuatan hebat dengan daya saing tinggi didukung ketersediaan bahan baku unggul di dalam negeri.

“Tidak perlu khawatir dengan MEA. Karena banyak faktor yang menjadi kelebihan kita. Artinya, kalau kita mau melawan kita harus tahu dulu siapa dan apa kekuatan kita,” kata Panggah saat diskusi pada Workshop dan Family Gathering Forum Wartawan Industri (Forwin), 12-13 Desember di Ciawi Bogor.

Panggah memaparkan ada empat kategori sektor industri yang punya daya saing tinggi menghadapi MEA. Antara lain, minyak sawit, karet, rumput laut dan pulp dan kertas.

“Ada empat kategori sektor industri yang punya daya saing tinggi menghadapi MEA.”

Di sisi lain, juga ada industri berdaya saing kuat yakni industri furnitur dan rotan, industri replanting karet, kopi, teh dan kakao, industri pengolahan ikan serta industri yang dikendalikan seperti tembakau dan alkohol.

Ia memaparkan, untuk industri sawit, hampir 80 persen didominasi bahan bakunya oleh Indonesia dan Malaysia saja di dunia.

Hanya saja, harus ada kebijakan untuk merapikan riset dan pengembangannya serta struktur tarifnya.

“Kebijakan ini harus dibuat sendiri,termasuk hilirisasinya harus terus berlanjut. Bea Keluar dan Struktur Tarif harus dikawal secara dinamis.”

Demikian pula di industri karet, katanya, karena hampir 90 persen milik rakyat, jadi harus ada replanting (peremajaan) tanaman karet.

“Kebijakan ini harus dibuat sendiri,termasuk hilirisasinya harus terus berlanjut.  Bea Keluar dan Struktur Tarif harus dikawal secara dinamis, ” jelas dia.

Hal serupa katanya, juga harus dilakukan untuk industri rumput laut.Mengingat potensi bahan baku yang sangat besar dengan garis pantai nomor 2 terpanjang di dunia setelah Skandinavia, harus dikembangkan industri pengolahan di dalam negeri.

“Syukurlah ada asosiasi pengolahan walaupun jumlahnya terbatas.Tetapi harus ada hilirisasi dan investasi lebih banyak termasuk Cargill yang mulai melirik.” (fitri)

Leave a Comment