JAKARTA (Pos Sore) — Sekretariat Bersama Bangsa Maritim Indonesia (Sekber BMN) mengajak seluruh komunitas/lembaga maritim Indonesia untuk menyatukan visi kemaritiman. Hal ini menunjukkan sebagai kekuatan besar maritim Indonesia sudah bersepakat bersatu untuk menjadikan maritim Indonesia sebagai kekuatan kebangkitan bangsa Indonesia.
Sekber pun mengimbau Pemerintah untuk membentuk ‘Pemerintahan Negara di Laut’ pada saat Hari Peringatan Proklamasi 2015, guna menegakkan Kedaulatan Negara dan mengefektifkan kegiatan Ekonomi Maritim melalui Poros Maritim”.
“Kita harus menjadi bangsa pelaut kembali, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya, bukan cuma jongos-jongos di atas kapal. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri,” kata Ketua Presidium Sekretariat Bersama Bangsa Maritim Nusantara 2, Nada Soraya di KRI Banda Aceh 593, Jakarta, Jumat (12/12), mengutip peryataan Bung Karno pada 1953
Nada menambahkan, potensi maritim Indonesia sangat besar andai kata dikelola dengan efektif. Kekayaan laut dapat menghasilkan 2.000 trilyun rupiah per tahun dan tersedia 40 juta lapangan kerja. Selain dapat mempersatukan bangsa, laut justru menjadi pemersatu di antara sesama warga bangsa yang bhinneka. Tol Laut akan mempercepat proses efektifnya pengelolaan tersebut.
“Tuhan memberi kita satu tanah air kepulauan, hanya jika sifat kita seirama dengan sifat tanah air itulah, maka kita dapat menjadi satu bangsa yang besar,” tandas Nada seraya megutip pernyataan Fouding Father kita Soekarno.
Mengabungkan pemikiran sejarah dan isu kemaritiman yang dihembuskan oleh pemerintah pada 7 Desember 2014 di Dukuh Patra Kuningan, Jakarta Selatan berbagai elemen kemaritiman bergabung dan bersepakat untuk membentuk sekertariat besama guna munggabungkan seluruh kekuatan maritim di dalamnya.
Sekertariat bersama berfungsi sebagai sebuah wadah pemersatu gagasan maritim yang terdiri dari berbagai elemen kamaritiman mulai dari forum kemaritiman, elemen pemuda maritim, sampai media maritim. Sebuah cita-cita besar yang diharapkan adalah maritim mampu menjadi kekuatan besar kebangkitan Indonesia.
‘Sekber Bangsa maritim Nusantara’ didirikan oleh 23 orang, terdiri dari berbagai elemen kemaritman dan beberapa tokoh senior seperti Roch Basuki, Laksda Purn Sri Parti, Soleh Suryadinata, serta ditunjuk 7 Presidium yang di ketuai oleh Nada Faza Soraya, serta Sekjen yang di pimpin Irwan Suhanto (Jurnal Maritim). (tety)
