JAKARTA (Pos Sore) — Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil seperti halnya pertumbuhan di industri pemrosesan logam telah menyebabkan pertumbuhan permintaan akan mesin yang handal di beberapa tahun terakhir.
Diprediksikan pada 2015 akan terus terjadi pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% pada produk domestik bruto Indonesia. Perdagangan antara Jerman dan Indonesia juga akan semakin intensif.
Karenanya, Jerman mengajak Indonesia untuk berpartisipasi pada pameran GMTN 2015 pada 16-20 Juni 2015 di Dusseldorf Jerman. Pameran industri logam sedunia ini menghadirkan semua aspek mengenai logam dan proses pembuatannya.
GMTN sendiri gabungan dari empat pameran yang saling bersinergi. Yaitu pameran GIFA yang menghadirkan perkembangan terkini industri foundry/pengecoran, pameran METEC mengenai industri metalurgi, pameran THERMPROCESS mengenai industri thermo process, dan pameran NEWCAST mengenai casting presisi.
“Pengembangan teknologi yang berujung pada pengurangan konsumsi energi dan sumberdaya menjadi tema besar dalam kampanye ecoMetal yang digagas Messe Dusseldorf,” kata Friedrich-Georg Kehrer, Project Director GMTN, di Jakarta, Rabu (10/12).
Menurutnya, pasar industri mesin Indonesia sebagai bagian penting industri mesin Asean. Pemulihan ekonomi dan pertumbuhan industri mesin yang stabil selama beberapa tahun terakhir menunjukkan produsen Indonesia siap untuk melakukan ekspansi. Indonesia juga tengah mencari teknologi produksi yang dapat meningkatkan efisiensi untuk bersaing di pasar dunia.
“GMTN sebelumnya dikunjungi oleh sekitar 100 pengusaha dan produsen dari Indonesia. Tahun ini kami menargetkan meningkat 100% seiring semakin sadarnya para produsen Indonesia tentang pentingnya acara ini bagi perkembangan bisnis mereka,” tambah Friedrich.
Serangkaian program seperti seminar dan presentasi menghadirkan narasumber ahli yang akan menjelaskan kepada pengunjung hubungan antara dunia penelitian dan bisnis praktis.
Pameran GMTN juga memberikan kesempatan bagi para delegasi pemimpin perusahaan untuk bertemu sehingga memungkinkan terjalinnya kerjasama bisnis di antara mereka. (tety)
