JAKARTA (Pos Sore) — Perkembangan investasi pariwisata di Indonesia saat ini dapat dinilai cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari data realisasi investasi sektor pariwisata pada tahun 2014 dengan nilai US$ 466,904 juta dengan penanaman modal asing US$ 421,400 juta dan penanaman modal dalam negeri US$ 45.504 juta.
“Nilai realisasi investasi tersebut mencapai 77,45% dari total nilai realisasi investasi pada 2013. Diharapkan pada akhir tahun 2014 pencapaian realisasi investasi sektor pariwisata akan meningkat mengingat minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia cukup tinggi,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Jakarta, Rabu (10/12), di sela event Indonesia Tourism Investment Day (ITID) 2014.
Pada even 2 tahunan yang diinisiasi dan difasilitasi Kementerian Pariwisata ini dihadiri CEO, direktur pengembangan dalam dan luar negeri, developer umum, pengusaha & operator hotel, pengembang marina, dan pemerintah daerah.
Agenda ITID 2014 ini antara lain diisi one on one business meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi investasi pariwisata di daerah secara intensif.
Pada even ITID sebelumnya yang digelar pada 2012 menunjukkan perkembangan yang positif. Ini dibuktikan dengan pembangunan resort di Kabupaten Wakatobi pada 2013 dengan jumlah 100 kamar yang dimulai oleh Al Jumeirah dan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam konsorsium bersama Penanaman Modal Dalam Negeri dengan nilai investasi sebesar Rp200 miliar.
Lalu pada 25 September 2014 telah diresmikan pembangunan Senior Living Citizen oleh Jababeka dengan nilai investaso Rp300 miliar. (tety)
