04/05/2026
Aktual

Senam Osteoporosis Cegah Kekeroposan Tulang

JAKARTA (Pos Sore) – Banyak cara untuk mengedukasi masyarakat agar pentingnya mencegah diri dari penyakit osteoporosis atau kekeroposan tulang. Lihat saja apa yang suda dilakukan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dan Fonterra Brands Indonesia selama 10 tahun terakhir ini. Berbagai kegiatan sudah dilakukan.

Ketua Perosi, Dr Nicolaas Budhiparama SpOT-K, menyebut, salah satu upayanya dengan memperkenalkan senam pencegahan osteoporosis I dan II serta Osteo Dance. Salah satu bentuk aktivitas fisik ini diyakininya dapat memelihara serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan jika dilakukan dengan baik dan benar.

“Kami juga merekomendasikan hal terpenting untuk pencegahan osteoporosis yakni dengan mengonsumsi gizi seimbang, penuhi kebutuhan kalsium kalsium dan nutrisi tulang yang cukup pada semua umur,” katanya, dalam puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2014 bertema ‘Waktunya Bergerak Sekarang’, di Monas, Jakarta, Minggu (7/12).

Pihaknya menyakini, susu adalah sumber kalsium terbaik yang direkomendasikan oleh badan-badan kesehatan dunia. Usahakan konsumsi susu paling tidak satu gelas per harinya. Paparan sinar matahari pada pagi hari juga membantu mencegah osteoporosis.

osteo

Sementara itu, Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) punya cara berbeda. Perkumpulan yang digawangi Anita Hutagalung ini fokus untuk menggerakkan masyarakat secara langsung melalui berbagai program. Salah satunya berupa pemberdayaan kader PKK DKI Jakarta di 41 kecamatan dan kelurahan.

“Kegiatan ini wujud implementasi dan komitmen menuju Jakarta Bebas Osteoporosis. Intinya adalah menggerakkan seluruh pihak untuk pencegahan osteoporosis,” kata Anita, dalam kesempatan yang sama.

Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, Paul Richard, menambahkan, sejalan dengan upaya edukasi osteoporosis, pada 2012 dimulai inisiatif Jakarta Bebas Osteoporosis yang mendapat dukungan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang kini Presiden RI.

“Inisiatif serupa juga dilakukan di Yogyakarta dan Surabaya. Kami telah menjangkau dan mengedukasi 10 ribu kader untuk mengedukasi masyarakat agar tercegah dari osteoporosis,” katanya.

Terbukti, dari hasil evaluasi proses monitoring, memperlihatkan telah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan positif dalam upaya pencegahan osteoporosis. Yakni, 7 dari 10 wanita sudah mulai melakukan olah gerak dan mengonsumsi makanan/minuman berkalsium tinggi secara rutin. (tety)

Leave a Comment