JAKARTA (Pos Sore) — Selain gencar menanam, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) juga secara ketat menjaga tanamannya dari bahaya kebakaran.
Karenanya, telah dikembangkan sistem Fire Danger Rating System (FDRS). Sebuah sistem deteksi dini untuk mencegah kebakaran di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI).
FDRS merupakan kombinasi antara teknologi satelit, pemantauan melalui jaringan internet serta prosedur kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Penangulangan Kebakaran RAPP termasuk dukungan elemen Masyarakat Peduli Api (MPA).
“FDRS merupakan kombinasi antara teknologi satelit, pemantauan melalui jaringan internet serta prosedur kesiapsiagaan SDM.”
Berdasarkan sistem itu, Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Penangulangan Kebakaran akan mengecek lokasi kebakaran, begitu satelit memberikan sinyal dini mengenai adanya titik api (hot spot).
Di musim kemarau, saat tingkat waspada bahaya kebakaran meningkat, seluruh Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Penangulangan Kebakaran disiagakan 24 jam, dan personil cadangan pun diaktifkan.
Kebijakan Tanpa Bakar
Presdir RAPP Kusnan Rahmin menegaskan, pihaknya sejak awal menerapkan kebijakan tanpa bakar (no burn policy) secara ketat dalam pengelolaan HTI. “Pola mosaic yang kami kembangkan sekaligus menjadi sekat untuk pencegahan kebakaran,” katanya.
RAPP mensiagakan Tim Reaksi Cepat Pencegahan dan Penangulangan Kebakaran RAPP termasuk dukungan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 10 estate.
“RAPP menginvestasikan sekitar 6 juta dolar AS (setara Rp65 miliar) untuk melengkapi peralatan mitigasi kebakaran.”
Selain kesiapan personil, RAPP menyiagakan helikopter yang dilengkapi dengan bumby bucket untuk melakukan pengemboman air, mobil patroli, mobil pemadam kebakaran, air boat, speedboat, dan unit pompa air untuk melakukan pemadaman.
RAPP menginvestasikan sekitar 6 juta dolar AS (setara Rp65 miliar) untuk melengkapi peralatan mitigasi kebakaran. Selain itu, setiap tahunnya lebih dari Rp2 miliar dibelanjakan sebagai biaya perawatannya. (fent)
