5.7 C
New York
26/04/2026
Aktual

Industri Kehutanan Dukung Gerakan Menanam

JAKARTA (Pos Sore) — Sukses gerakan penanaman pohon harus diakui tidak lepas dari peran industri kehutanan.

Merekalah yang akan membeli pohon yang ditanam masyarakat saat panen, yang artinya ada manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Secara langsung, industri kehutanan juga melakukan penanaman secara mandiri. Hal itu tentu saja mendukung komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjamin keberlanjutan bahan baku kayu.

Seperti yang dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari grup APRIL.

“Semangat menanam memang harus terus digelorakan kepada seluruh komponen yang ada di masyarakat.”

 

Perusahaan pulp dan kertas terintegrasi itu menanam lebih dari 500.000 bibit setiap harinya atau setara dengan 150 juta batang pohon per tahun.

“Semangat menanam memang harus terus digelorakan kepada seluruh komponen yang ada di masyarakat. Gerakan penanaman pohon juga merupakan inti dari kegiatan usaha hutan tanaman yang dilakukan oleh perusahaan,” kata Presiden Direktur RAPP Kusnan Rahmin.

Penanaman dilakukan pada lahan hutan tanaman atau pada lahan milik masyarakat yang bermitra dengan perusahaan.

Pusat Pembibitan

Untuk mendukung penanaman tersebut perusahaan telah mengembangkan 4 pusat pembibitan di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Baserah, serta sejumlah satellite nursery yang tersebar di konsesinya.

“Sebagian besar produksi bibit tanaman hutan dikonsentrasikan untuk memasok kebutuhan pengembangan HTI.”

Pusat pembibitan ini dapat menghasilakan 200 juta bibit setiap tahunnya. Sebagian besar produksi bibit tanaman hutan dikonsentrasikan untuk memasok kebutuhan pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Kusnan mengungkapkan pembangunan sentra pembibitan merupakan bagian dari komitmen perusahaan guna mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan tetap menjunjung prinsip kelestarian.

Pengembangan pusat pembibitan itu, lanjut dia, telah mengadopsi teknologi pembibitan kehutanan yang berdampak langsung pada upaya-upaya pengurangan emisi karbon, termasuk strategi pengelolaan hutan tanaman yang berkelanjutan.

“RAPP, telah melakukan rangkaian penelitian penyebaran secara genetik serta mengkaji praktik silvikultur yang tepat.”

Selain itu, produktivitas dan kualitas serat kayu juga dapat dicapai dengan mengintegrasikan perbaikan genetik tanaman untuk sifat kayu yang diinginkan.

RAPP, kata Kusnan, telah melakukan rangkaian penelitian penyebaran secara genetik serta mengkaji praktik silvikultur yang tepat untuk lahan dan spesies dalam upaya meminimalkan penurunan kualitas karena hama dan penyakit.(fent)

Leave a Comment