JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Joko Widodo mencanangkan revolusi mental. Ini menandakan, pendidikan karakter mau tidak mau harus menjadi program prioritas pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kita menyakini revolusi mental berawal dari pendidikan karakter anak-anak sejak usia dini di lingkungan keluarga, sekolah, panti-panti asuhan, dan di mana saja anak-anak berada,” kata Ketua Umum Yayasan Amal Bhakti Ibu Indonesia (YABII), Ny. A Sulasikin Murpratomo, di acara puncak kegiatan Anak Indonesia Cinta Damai (AICINDA), di Perguruan Taman Siswa, Kemayoran, Sabtu (29/11).
Ia menandaskan, revolusi mental yang didengungkan Presiden Jokowi, sebenarnya sudah dilakukan YABII sejak 2002 dengan membentuk program Anak Indonesia Membangun Budaya Damai (AIMDAMAI)
Program ini dinilai mampu memberikan nilai positif karena mengajarkan anak-anak tentang perdamaian dan nilai-nilai positif lainnya. Selain itu, juga tentang cara-cara bagaimana anak-anak menyelesaikan konflik di antara mereka sendiri secara damai.
Melalui program itu, ada 23 nilai yang ditanamkan kepada anak-anak. Namun, ke-23 nilai itu digabung-gabungkan menjadi 4 gugus nilai atau 4 tema. Yaitu pertama perdamaian. Kedua, kerukunan antar umat beragama, antara etnis dan suku serta kelompok sosial.
“Ketiga, tolong menolong. Empat Cinta Tanah Air,” tambahnya.
Melalui program ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah serius yang tengah dihadapi Indonesia. Dalam satu dasawarsa terakhir ini, sebutnya, merebak tindak kekerasan dalam berbagai skala dan bentuk.
Banyak tindakan kriminalitas yang semakin tidak berperikemanusiaan, tawuran pelajar, tawuran warga, konflik sosial yang bernuansa SARA, kekerasan dalam rumah tangga, dan banyak lagi.
“Ini mencerminkan pendidikan baik formal, informal, maupun non formal selama ini masih menghadapi berbagai masalah dalam menghasilkan manusia yang cerdas, terampil, menguasai iptek, dan berbudi luhur,” ungkapnya
Menurutnya, keadaan itu jika dibiarkan akan berpotensi besar menyuramkan masa depan bangsa dan negara. Karenanya, berbagai upaya yang tepat dan strategik harus dilakukan bersama-sama.
“Salah satu di antaranya dengan meningkatkan pendidikan tentang perdamaian dan nilai-nilai positif lainnya,” ujarnya.
Kegiatan AICINDA kali ini digelar dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. Diharapkan, dapat menggugah kembali tekad dan semangat untuk bekerja keras dengan penuh tanggung jawab membangun bangsa. (tety)

