JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan meresmikan Gedung Kultur Jaringan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
Gedung laboratorium ini merupakan salah satu bagian dari kelompok peneliti (Kelti) Bioteknologi Tanaman Hutan.
Di laboratorium ini dilakukan kegiatan pembiakan vegetative mikro. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.
“Gedung laboratorium ini merupakan salah satu bagian dari kelompok peneliti (Kelti) Bioteknologi Tanaman Hutan.”
Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar.
Sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Dengan adanya lab kultur jaringan di BBPBPTH ini, diharapkan jenis – jenis tanaman yang sedang dilakukan penelitian dan pengembangan akan lebih mudah diketahui jenis yang bisa dikembangkan melalui metode kultur jaringan guna mempercepat produksi untuk dikembangkan lebih lanjut, kata menteri.
Dalam kunjungan itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkesempatan untuk melakukan penanaman pohon di areal arboretum milik Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.
Karena penanaman pohon itu Ibu Menteri dianugerahi sertifikat dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan karena dianggap peduli terhadap usaha menanam yang berarti turut serta dalam usaha penyelamatan bumi.
Sebelum bertolak dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkesempatan untuk mencoba mobil yang diberibahan bakar biodisel dari olahan buah nyamplung.
Bio energi untuk masa depan merupakan sebuah keniscayaan dibandingkan kita terus mengeksploitasi energi fossil yang tak terbarukan.(fent)
