11.3 C
New York
03/05/2026
Aktual

Penanganan Penyakit Jantung Sesuai Ilmu Kedokteran Terkini

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengungkapkan prevalensi penyakit jantung di masyarakat semakin hari semakin meningkat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, disebutkan, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Prevalensi secara nasional mencapai 7,2%. Kematian akibat penyakit jantung, hipertensi, dan stroke mencapai 31,9%. Sedangkan angka kematian karena penyakit kardiovaskular di rumah sakit sekitar 6%-12%.

Sementara itu, data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terdapat peningkatan prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara, dari 7,6% pada 2007 menjadi 9,5% pada 2013.

“Selain itu, prevalensi penyakit jantung koroner dan gagal jantung terlihat meningkat seiring peningakatan umur,” tandas menkes di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, Sabtu (15/11).

Karena itu, mengingat jumlah kasus dan kematian yang diakibatkan penyakit jantung cukup tinggi, maka penanganan terhadap kasus ini hendaknya dapat dilaksanakan sesuai dengan ilmu kedokteran terkini.

“Terlebih, diprediksikan angka-angka tersebut sangat mungkin akan terus meningkat setiap tahunnya,” tambahnya.

Tingginya faktor resiko yang mempengaruhi antara lain perubahan gaya hidup, pola makan, kurangnya olahraga, merokok, stress, hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan faktor lingkungan atau polusi yang membahayakan kesehatan, serta rendahnya kondisi sosioekonomi masyarakat.

“Peningkatan penyakit tidak menular akan berdampak negatif pada beban ekonomi dan produktivitas bangsa. Penyebabnya, pengobatan penyakit ini seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya besar,” ujar dokter spesialis mata ini. (tety)

Leave a Comment