JAKARTA (Pos Sore) — Satu lagi terobosan yang lakukan Bank Sinarmas untuk memperluas jangkauan layanan jasa keuangannya.
Kali ini Bank Sinarmas bekerja sama dengan Nurbaya Initiative dalam memberikan Fasilitas Pembiayaan dan Teknologi bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar Tanah Abang dan Thamrin City.
Direktur Utama Bank Sinarmas, Freenyan Liwang mengatakan unit usaha yang masuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan urat nadi perekonomian daerah dan nasional.
Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang tangguh di tengah krisis ekonomi, katanya.
“Sekitar 99% pelaku ekonomi mayoritas adalah pelaku usaha UMKM yang terus tumbuh secara signifikan.”
Menurutnya, saat ini sekitar 99% pelaku ekonomi mayoritas adalah pelaku usaha UMKM yang terus tumbuh secara signifikan dan menjadi sektor usaha yang mampu menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional.
“Karenanya, kami melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kinerja UMKM sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi,” jelas dia, kemarin.
“Karenanya, kami melakukan berbagai terobosan.”
Ia menambahkan mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah pelaku usaha kecil yang harus diperhatikan secara serius dan berkesinambungan, memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan produk – produk yang berorientasi pada ekspor.
Pemantapan Ide
Founder Nurbaya Initiative, Andy Sjarif mengatakan kerjasama ini merupakan suatu bentuk pemantapan ide dimana penguatan UMKM terjadi dari sisi finansial dan teknologi.
“Kombinasi inilah yang menjadi fondasi dari perjanjian Nurbaya Initiative dengan Sinarmas,” kata Andy.
Ia menambahkan pembiayaan modal kerja ini diberikan kepada seluruh pelaku UMKM yang sudah menjadi nasabah/anggota dan/atau yang akan menjadi anggota dengan jumlah maksimal pembiayaan yang bisa diperoleh adalah maksimal per nasabah sebesar Rp300 juta.
“Tak heran apabila kerjasama ini kedepannya diharapkan akan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” jelas Andy.
Bank Sinarmas dibantu oleh Nurbaya Initiative dalam memfasilitasi calon-calon debitur, dengan monitoring kegiatan usaha dari para pelaku UMKM yang mendapatkan modal kerja dan kunjungan ke tempat usahanya.
“Tak heran apabila kerjasama ini mampu memberikan nilai tambah.”
“Sehingga kami tetap dapat menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit,” kata Freenyan Liwang.
Sementara Nurbaya Initiative sebagai ekosistem online memfokuskan kepada pengembangan teknologi untuk para UMKM sehingga mereka memiliki akses ke pasar online yang ditargetkan mencapai Rp106 triliun tahun depan.
Diharapkan para UMKM Indonesia dapat menjadi sangat kompentitif di abad 21 ini.
Freenyan Liwang menambahkan, Bank Sinarmas berencana menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp 400 miliar hingga akhir Desember 2015, tentunya dengan suku bunga yang kompetitif dan bersaing di pasar.
Bank Sinarmas dengan konsisten mengembangkan pangsa pasar ditengah tantangan pasar yang penuh dengan ketidakpastian.
Usaha dan inisiatif sangat diperlukan guna memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia.
Kegiatan usaha yang semulanya hanya pada pasar pembiayaan pada usaha kecil, menegah dan mikro, lanjut dia, tumbuh dan berkembang menjadi usaha pembiayaan pada usaha consumer dan komersial.
Berdiri sejak 18 Agustus 1989, Bank Sinarmas telah 25 tahun melayani Indonesia dan kiniĀ memiliki 382 jaringan kantor yang tersebar di 156 kota di Indonesia.
“Kegiatan usaha yang semulanya hanya pada pasar pembiayaan pada usaha kecil, menegah dan mikro, tumbuh dan berkembang menjadi usaha pembiayaan pada usaha consumer dan komersial.”
Sementara PT Nurbaya Artha Pratama berdiri sejak 2010 menjadi yang pertama menciptakan platform iklan kontekstual dalam bahasa Indonesia.
PT SITTI membangun ekosistem online dari para UMKM dan pelaku teknologi untuk menyediakan kemampuan e-commerce yang lebih luas dari sekedar berjualan dan beriklan secara online.(fent)
