06/05/2026
Aktual

IPS Luncurkan Buku ‘100 Janji Jokowi-JK’

JAKARTA (Pos Sore) — Belum genap satu bulan Joko Widodo-Jusuf Kalla memerintah Indonesia, sejumlah pihak mempertanyakan janji mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yang dilontarkan ketika masa kampanye Pemilu Presiden (Pilpres).

Salah satunya dari Institute for Policy Studies (IPS) yang menerbitkan buku yang berjudul ‘100 Janji Jokowi-JK’. Peluncuran buku yang digelar di Kampung Poncol, Pasar Rebo, Jakarta Timur itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin, anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi, dan Budayawan Ridwan Saidi.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan buku ini bermaterikan janji-janji yang disampaikan pasangan Jokowi-JK.

Ia menyampaikan sudah saatnya Indonesia mencatat janji-janji petinggi negeri ini agar bisa dikontrol.

“Sudah saatnya Indonesia mencatat janji-janji petinggi negeri ini agar bisa dikontrol.”

“Buku ini berisi janji yang disampaikan sendiri oleh Pak Jokowi-JK. Sudah saatnya kita sebagai bangsa mencatat janji janji presiden, menteri, anggota DPR dan MPR, supaya rakyat mengontrol. Apabila orang sudah di atas cenderung lupa pada janjinya,” ucap Fadli Zon.

Sementara itu, Muhammad Sanusi mengaku sangsi dengan realisasi janji Jokowi yang diucapkan saat kampanye. Salah satu adalah mengatasi banjir serta kemacetan yang tidak terpenuhi saat dia menjadi Gubernur DKI.

“Kita lihat saja bagaimana cara Pak Jokowi mengurus banjir dan macet di Jakarta selama 2 tahun menjabat gubernur. Apakah macet berkurang dan banjir tuntas,” ujar Sanusi.

“Beberapa janji yang diucapkan Jokowi-Jk dalam buku ini sesuatu yang tidak mungkin tapi dijual sebagai janji kampanye.”

Obat Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Nurul Arifin mengatakan, buku tersebut menjadi obat masyarakat Indonesia yang kebanyakan pelupa. Apa yang didengungkan yang terjadi beberapa waktu lalu mudah dilupakan.

“Beberapa janji yang diucapkan Jokowi-Jk dalam buku ini sesuatu yang tidak mungkin tapi dijual sebagai janji kampanye, kita harus ingat itu” ujar Nurul.

Janji yang menurut Nurul sulit untuk direalisasikan adalah membangun 50 ribu puskesmas, anggaran kematian, dan 15 ribu lapangan pekerjaan baru.(dodo)

Leave a Comment