9.3 C
New York
21/04/2026
AktualEkonomi

Bantuan Dana Bergulir LKM Gapura Muka Ubah Hidup Amir

JAKARTA (Pos Sore)– Peran Lembaga Keswadayaan Masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses penanggulangan kemiskinan warga di sekitarnya. Tanpa LKM jangan harap warga miskin mampu memberdayakan dirinya agar hidup layak di tengah himpitan ekonomi.

Seperti halnya yang dilakukan LKM Gapura Muka Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. LKM yang dikoordinatori Suhartono ini mampu membangun relawan-relawan sebagai pelaku penanggulangan kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat yang didukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MK).

Syafaat, salah satu relawan yang berhasil mengangkat keterpurukan warganya dari kemiskinan. Ketua Unit Pengelola Keuangan (UPK) di LKM Gapura Muka ini setiap hari berkeliling kampung untuk melihat apakah ada potensi usaha yang dilakoni warganya yang bisa didongkrak menjadi unit usaha yang lebih hidup lagi.

Dan, Amir termasuk yang beruntung. Pertemuannya dengan Syafaat membawa kehidupannya menjadi lebih baik. Setidaknya, jika dibandingkan dengan kehidupan ekonominya pada 2 atau 3 tahun lalu. Perajin sandal rumahan ini pun mendapatkan suntikan modal dari LKM Gapura Muka sebesar Rp2 juta. Tidak banyak memang, tapi bagi Amir angka ini cukup membuatnya optimis.

Namun ia tak sendiri. Untuk mendapatkan bantuan modal usaha bergulir ini, ia harus tergabung dalam satu kelompok yang beranggotakan minimal 5 orang. Lalu dibentuklah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Semeru yang diketuai Ari Susanto. Para anggota KSM ini juga memiliki usaha kecil.

amir dengan sandal buatannya

Setelah mendapatkan bantuan dana, roda kehidupan ekonomi Amir pun berputar. Dulu, ia hanya mampu menjual dua pasang sandal yang didesain dan dibikinnya sendiri. Sandal hasil buah tangannya ini lalu dijajakan keliling kampung. Sekarang, ayah empat anak ini mampu memproduksi sekitar 20-30 pasang sandal dalam satu hari. Tidak hanya itu. Pria asal Padang ini juga memiliki lapak sederhana di Pasar Kalimalang Cakung.

Amir yang merantau ke Jakarta pada 1990 berkisah, awal menekuni profesi perajin sandal ini tanpa modal sama sekali. Modal yang dimilikinya saat itu ya berupa bahan mentah yang diubahnya menjadi sandal. Modal itu pun bantuan dari temannya yang tinggal di Pondok Kopi.

Kemahirannya membuat sandal ini diperoleh saat ia bekerja di usaha rumahan yang memproduksi sandal pada 1994 – 2001. Lalu ia memutuskan ke luar karena bekerja di tempat orang lain dengan skala kecil tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Selama 2 tahun bergelut dengan usaha yang ditekuninya ini, Amir bisa tersenyum bangga. Sandal buatan tangannya banyak diminati orang. Ketika pameran di Jakarta Convention Center pada Àgustus 2014, animo masyarakat yang mengunjungi stand Amir begitu luar biasa. Begitu pula saat pameran yang digelar Dinas Tenaga Kerja Jakarta Timur, di Rawamangun.

“Sandal buatan saya juga banyak dipesan di daerah. Baru-baru ini ada pesanan dari Aceh,” katanya dengan semburat senyum di bibirnya saat ditemui di kediamannya.

Tak hanya bantuan dana bergulir yang didapatnya. Ia juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan managerial. Belajar bagaimana memasarkan produknya. Karena ingin banyak belajar, ia menerima setiap masukan yang dinilainya mampu meningkatkan produksinya.

Dari hasil penjualan sandalnya ini, ia mampu menyisihkan uang untuk membayar cicilan pinjaman, memenuhi kebutuhan dapur, membayar kontrakan, dan membayar keperluan sekolah anak-anaknya. Keadaan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.

Ia pun berharap ke depan usahanya semakin maju. Punya tempat usaha sendiri. Juga punya label sendiri. Selain itu, memiliki pegawai yang dapat membantunya memenuhi pesanan-pesanan dari berbagai daerah.

Bagi Amir, Jakarta yang bergelimpangan kemegahan memang menawarkan berjuta harapan untuk hidup layak. Siapa yang tak silau dengan kebesaran nama Jakarta? Kota yang menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia untuk mencoba menggantungkan hidup di pusat jantung Negara Kesatuan Republik Indonesia. (tety)

Leave a Comment