JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nilla F. Moeloek, Sp.M (K), dan Menteri Kesehatan era pemerintahan SBY-JK saling berpelukan saat pisah sambut di hadapan para pejabat eselon Kementerian Kesehatan, Selasa (28/10). Keduanya tak kuasa menahan tangis. Berulang kali Nafsiah Mboi menahan kata-kata.
“Sebagai bentuk penerimaan yang luar biasa, mari kita berikan tepuk tangan yang paling meriah,” kata Nafsiah Mboi yang disambut gemuruh tepuk tangan para pejabat eselon yang hadir di ruangan Leimena itu.
Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Anfasa Moeloek, suami Menkes, Nila F. Moeloek, yang juga pernah menjabat Menteri Kesehatan.
Nafsiah pun harus melepaskan atribut Menteri Kesehatan yang disandangnya selama 2 tahun 4 bulan itu. Ia pun meminta maaf atas segala kekurangan, kesalahan, dan kekhilafan selama kepemimpinannya itu.
“Perkenankan saya pamit. Saya minta maaf atas kekurangan selama saya memimpin. Ancaman-ancaman saya. Saya suka membunuh mereka pelan-pelan. Tapi Percayalah 28 bulan saya dis ini, tidak ada yang saya bunuh. Tapi tetap, kalau nggak kerja, saya akan hantui,” tandasnya.
Usai ramah tamah, menkes yang resmi dilantik pada Senin (27/10) pun memaparkan rencana kerjanya. Ia menyoroti angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan di Indonesia yang masih tinggi. Meski sudah menurun, saat ini angkanya masih bertengger di 70/100.000 kelahiran.
Menurut Nilla, saat sidang kabinet perdana Senin kemarin, Presiden juga meminta agar masalah ini ditangani dengan serius.
“Jadi, kesehatan itu adalah hulu dari semua masalah. Kalau kita bicara MDG’s, ya kesehatan. Kerjasama harus ditingkatkan. Kami sudah persiapkan terobosan-terobosan, pasca 2015 kita harus bisa menekan lagi angka kematian ibu dan anak,” tandasnya. (tety)
Menurut Nilla, saat sidang kabinet perdana Senin kemarin, Presiden juga meminta agar masalah ini ditangani dengan serius.
“Jadi, kesehatan itu adalah hulu dari semua masalah. Kalau kita bicara MDG’s, ya kesehatan. Kerjasama harus ditingkatkan. Kami sudah persiapkan terobosan-terobosan, pasca 2015 kita harus bisa menekan lagi angka kematian ibu dan anak,” tandasnya. (tety)

