06/05/2026
Aktual

SBY Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas Politik

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bakal berakhir masa pemerintahannya beberapa hari lagi meminta semua pihak untuk menjaga stabilitas politik menjelang pelantikan presiden terpilih (Joko Widodo-Jusuf Kalla) dengan tidak membuat isu yang bersifat menghasut khususnya terkait suksesi kepemimpinan nasional.

“Saya mengajak seluruh tokoh masyarakat dan elit politik untuk menjaga stabilitas politik kita,” kata Presiden dalam akun twitter @SBYudhoyono, akhir pekan lalu.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku bahwa pekan lalu dia mendapat informasi dari salah satu tokoh reformis terkemuka yang mengabarkan bahwa ada rumor aneh dan menyesatkan.

“Saya tidak tahu dari mana berita ‘menghasut’ itu berasal. Ini barangkali agar situasi politik yang sudah panas bertambah panas.”

“Saya tidak tahu dari mana berita ‘menghasut’ itu berasal. Ini barangkali agar situasi politik yang sudah panas bertambah panas,” kata SBY.

Kepala negara juga menyoroti adanya isu bahwa MPR tidak akan melantik presiden terpilih Joko Widodo dengan cara dibuat tidak ‘kuorum’, jadi tidak memenuhi syarat.

“Juga diisukan dengan tidak dilantiknya Joko Widodo, SBY bisa memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden. Isu begini keterlaluan. Saya menyesalkan jika politik kita jadinya seperti ini. Sungguh tidak mencerdaskan dan tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Rakyat Marah
Dikatakan, 10 tahun lalu rakyat marah karena saat dilantik sebagai Presiden baru saat itu, ia tidak bisa berpidato pada hari pelantikannya.

“Saya mengalah dan berpidato di Istana Negara. Ada yang bilang MPR ‘ditekan’ pihak tertentu untuk tidak membolehkan presiden berpidato.”

“Saya mengalah dan berpidato di Istana Negara. Ada yang bilang MPR ‘ditekan’ pihak tertentu untuk tidak membolehkan presiden berpidato.”

Menurut SBY, berlebihan bila ada yang menuduhnya ingin memperpanjang masa jabatan yang akan berakhir 20 Oktober mendatang.

“Konstitusi tetapkan seorang Presiden hanya menjabat selama dua periode. Saya ikut memperjuangkan ketentuan ini di awal reformasi dulu. Tidak ada niat untuk memperpanjang jabatan saya sebagai Presiden satu hari pun tidak. 10 tahun sudah sangat cukup dan saya syukuri,” demikian presiden. (akhir)

Leave a Comment