JAKARTA (Pos Sore) — Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) akan menggelar Muktamar VIII pada Rabu-Sabtu, 15-18 Oktober 2014 menyusul Putusan Final Mahkamah Partai atas Perkara Internal Partai nomor 49/PIP/MP-DPP.PPP/2014 tanggal 11 Oktober 2014.
Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy mengatakan, muktamar yang bertajuk “Meneguhkan Khittah Perjuangan dan Ketaatan Berkonstitusi” ini akan diadakan di Hotel Empire Palace, Surabaya.
“Ini sebagai forum islah atau rekonsiliasi semua perbedaan pandangan selama beberapa bulan terakhir,” kata Romahurmuziy dalam keterangannya, kemarin.
“Ini sebagai forum islah atau rekonsiliasi semua perbedaan pandangan selama beberapa bulan terakhir.”
Muktamar akan diikuti 1.153 peserta yang berasal dari utusan dan peninjau dari DPP, 33 DPW, dan 511 DPC PPP se-Indonesia. Sesuai kewenangannya, Muktamar antara lain akan menetapkan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PPP, memilih ketua umum, dan menetapkan arah politik PPP selama lima tahun ke depan.
Muktamar VIII diselenggarakan berdasarkan hasil Putusan Mahkamah pada Muktamar VII tahun 2011 di Bandung yang menguatkan hasil Rapat Pengurus Harian DPP pada 9 September.
“Kami berterima kasih dan menerima Putusan Mahkamah.”
“Kami berterima kasih dan menerima Putusan Mahkamah,” kata Romahurmuziy. Karenanya, diharapkan seluruh peserta muktamar, kader, dan simpatisan datang sejak pembukaan muktamar pada Rabu (15/10) pukul 14.00 WIB.
Dengan adanya muktamar islah pasca Putusan Mahkamah ini, diharapkan tidak ada lagi yang berniat menjadi kaum khawarij dengan membuat muktamar lainnya, kata Romi.
Dia berharap Suryadharma Ali sebagai ketua umum yang telah dipulihkan jabatannya oleh Putusan Mahkamah Partai, hadir menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
“Dipastikan foto SDA sebagai ketua umum akan tetap menghiasi seluruh sudut Kota Surabaya.”
“Dipastikan foto SDA sebagai ketua umum akan tetap menghiasi seluruh sudut Kota Surabaya, terutama di sekitar lokasi acara,” katanya.
Muktamar kali ini akan menjadi muktamar paling menarik di antara Muktamar PPP, mengingat momentumnya yang berdekatan dengan pelantikan presiden.(fent)
