JAKARTA (Pos Sore) — Di usianya yang ke-55 tahun Lembaga Pendidikan Bahasa Asing LIA menekankan tidak hanya memberikan pendidikan bahasa Inggris kepada siswanya, tetapi juga menekankan siswanya untuk cinta kebudayaan Indonesia. Dengan harapan, para siswa LIA mememiliki nilai karakter bangsa yang kuat.
Karenanya, pada acara puncak Lustrum XI LIA yang bertema ‘LIA for Indonesia, a small contribution in welcoming AEC 2015’ digelar pertunjukan seni budaya seperti karawitan, tari saman, dan musik arumba serta penanaman pohon (sawo kecik dan kelapa). Tema ini sendiri dinilai sangat tepat untuk merefleksikan kontribusi LIA didalam mempersiapkan sumber daya manusia, yang mempunyai daya saing lebih dan yang berpikiran global tetapi tetap mencintai budaya lokal.
Pengurus Yayasan LIA, Mayjen Hendarji Supandji, menegaskan, pendidikan tidak bisa lepas dari kebudayaan. Itu menjadi satu kesatuan dengan nilai karakter bangsa. Karenanya, siswa LIA juga mulai diperkenalkan dengan budaya bangsa Indonesia. Budaya nusantara itu memang harus dihidupkan kembali.
“Selain agar lebih mencintai kebudayaan Indonesia, juga dapat mengasah nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Karenanya, kami membangkitkan kembali unsur-unsur budaya dalam pendidikan di sini,” kata pensiunan TNI ini yang pada 20 Oktober 2014 akan dilantik sebagai Ketua Yayasan LIA, usai kegiatan itu, di LIA Pangadegan, Kamis (9/10).
Untuk langkah awal, dalam waktu dekat ini LIA akan membuka Kelas Batik yang diperuntukkan bagi siswa-siswa yang berminat terhadap batik. Di sini siswa bisa belajar apa saja mengenai batik, sejarahnya, nilai filosofisnya, jenis batik, cara membuat batik, dan lain-lain yang berkaitan dengan batik.
Itu sebabnya, pada acara puncak Lustrum terdapat booth Batik Betawi. Sejumlah siswa asing tampak asyik mengikuti pelatihan singkat pembuatan batik khas Betawi yang memiliki ciri khas berwarna cerah.
“Mengapa batik, karena batik adalah warisan budaya bangsa, kekayaan budaya yang mendapatkan pengakuan dari Unesco. dan digemari semua kalangan. Dengan adanya kelas Batik ini secara langsung LIA ikut mempromosikan batik kepada para siswa,” kata Manager Humas Yayasan LIA, Sukma Ginting.
Pihaknya berharap anak-anak muda tertarik mengikuti kelas batik ini agar dapat semakin mencintai budayanya. (tety)
