JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cendrawasih, mendapatkan pembekalan praktek profesi kerja sosial praktikum I dan praktikum II.
Salah satu materi pembekalan yang berlangsung selama 2 bulan ini, yakni ‘Penerapan e-Ktp Guna Menuju Kesejahteraan dan Keamanan Masyarakat Indonesia’.
“Tujuan pembekalan ini untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke sejumlah instansi maupun lembaga di Kota Jayapura,” kata Penanggung Jawab Mata Kuliah Praktikum I dan II, Drs. Herman Kareth, M.Si, Senin (6/10), di sela pembekalan di Gedung Sophia, PW3, Padang Bulan, Waena, Jayapura, yang juga dihadiri Pembantu Dekan I FISIP Uncen Dr. Simon Abdi Frank, M.Si.
Terkait materi e-KTP, ia mengungkapkan, rupanya masih menjadi pertanyaan para peserta. Mulai dari fungsi e-KTP bagi masyarakat Papua, perbedaan e-KTP dengan KTP nasional, cara sosialisasi e-KTP bagi masyarakat pegunungan, dan menjawab keraguan penggunaan e-KTP dalam menyejahterakan dan menjaga keamanan masyarakat.
Kepala Perwakilan BKKBN Jayapura Drs. Nerius Auparai, M.Si, yang membuka pembekalan itu berharap mahasiswa yang terjun ke lapangan nanti dapat memahami pentingnya masalah-masalah kependudukan. Mahasiswa bisa menjadi semacam advokat atau pendamping pemberi informasi kepada masyarakat sehingga informasi-informasi tersebut bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Diketahui penduduk Provinsi Papua berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, baru 2,8 juta jiwa, namun kalau dilihat dari laju pertumbuhan masyarakat, Prov Papua menempati urutan nomor satu sekitar 5 persen, sementara Prov. lain masih berkisar antara 1,5% – 2%,” katanya.
Pembekalan lainnya, materi tentang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang diharapkan dapat menjadi bahan bagi para mahasiswa ketika terjun ke tengah masyarakat selama KKN.
Semula pembekalan ini akan dilaksanakan di kampus baru Uncen, namun karena terjadi pemalangan jalan di pintu masuk yang dilakukan mahasiswa Kedokteran, pembekalan terpaksa dipindahkan ke Gedung Sopie Waena. (tety)
