9.4 C
New York
03/05/2026
Aktual

Menko Kesra Minta Kepala Daerah Kendalikan Zoonosis

JAKARTA (Pos Sore) – Meski tingkat kejadian dan fatalitas zoonosis di Indonesia terus menurun, namun Menko Kesra, Agung Laksono, meminta seluruh kepala daerah, gubernur dan bupati dan walikota, untuk mendukung program pengendalian zoonosis, suatu penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya

“Tugas pemerintah di seluruh negara di dunia adalah melindungi, menjaga keamanan, dan keselamatan warga dari ancaman berbagai penyakit yang timbul, termasuk dari zoonosis,” tandas Agung usai memberikan arahan Rakornas Ketiga Komnas Pengendalian Zoonosis (KNPZ), di Jakarta, Rabu (1/10).

Agung yang juga Ketua KNPZ, menambahkan, saat ini memang sudah ada beberapa provinsi yang sudah dinyatakan bebas dari brusellosis, yaitu virus yang dapat mengakibatkan keguguran pada hewan ternak.

“Namun, saya berharap provinsi lainnya juga bisa bebas dari penyakit ini. Dengan begitu bisa meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Agung menandaskan, semua perlu kerja lebih keras lagi dalam upaya mengendalikan zoonosis. Terutama dalam mengantisipasi, mendeteksi, dan merespon zoonosis, dan antisipasi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV), dan Ebola yang telah banyak menelan korban jiwa.

Emil Agustiono, Ketua Harian KNPZ, memberi contoh kasus flu burung H5N1 pada 2006, yang telah berdampak pada kerugian jiwa, ekonomi dan sosial, yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

“Waktu itu pemerintah memutuskan untuk melakukan pengendalian secara multisektor, dengan membentuk Komite Nasional Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza), dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI),” ungkap Emil.

Dalam kesempatan itu, menko kesra juga menandatangani Prasasti Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional IPB. Komnas FBPI dinilai mampu mengendalikan penyebaran flu burung maka pengendalian zoonosis berkonsep One Health, yaitu terpadunya kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan satwa liar secara terkoordinasi, dan lintas sektor, terbukti efektif.

Menurut Menko Kesra, semua perlu kerja lebih keras lagi dalam upaya mengendalikan zoonosis. Terutama dalam mengantisipasi, mendeteksi, dan merespon zoonosis, dan antisipasi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV), dan Ebola yang telah banyak menelan korban jiwa. (tety)

Leave a Comment