Illustrasi: Serangan drone Iran menghantam Markas Besar Shin Bet Israel, Kamis (12/3) /Foto: Istimewa/Tasnim News Agency
POSSORE.ID, Jakarta — Perang AS-Israel versus Iran memasuki hari ke-13 dengan eskalasi serangan udara Israel di ibu kota Iran dan pinggiran Beirut, Lebanon, sementara Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap basis militer Israel.
Hezbollah, kelompok pro-Iran di Lebanon, juga melanjutkan serangan roket massal yang memicu sirene peringatan di wilayah Israel.
Menurut laporan langsung CNN dan The New York Times, Kamis malam (12/3-26) hingga Jumat pagi (13/3-2026), militer Israel melancarkan gelombang serangan “skala besar” di Tehran.
Target termasuk kompleks pengembangan “kapasitas kritis” senjata nuklir serta gerbang tol Tehran-Qom yang merusak pusat bantuan Palang Merah Iran dan melukai tiga pekerja bantuan.
Sistem pertahanan udara Iran aktif di seluruh ibu kota, disertai ledakan yang terdengar.
Di Lebanon, Israel memperluas operasi terhadap Hezbollah dengan serangan udara di pinggiran selatan Beirut (Dahieh), sebuah benteng kuat kelompok tersebut.
Dalam waktu 90 menit, setidaknya tiga serangan menghantam kawasan tersebut, termasuk kampus Universitas Lebanon di Hadath yang menewaskan dekan Fakultas Sains Dr. Houssein Bazzi dan dosen Dr. Murtada Srour.
Total korban tewas di Beirut pada Kamis mencapai 70 orang, termasuk delapan orang dalam serangan di kawasan pantai Ramlet al-Baida. Asap tebal mengepul ratusan meter dari markas pemerintah Lebanon.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam konferensi pers Kamis malam (12/3), menyatakan Israel telah “sangat memukul” Iran dan proksinya.
“Kami telah membunuh diktator sebelumnya, dan diktator baru Mojtaba yang boneka IRGC tidak bisa menunjukkan wajahnya di depan umum,” kata Netanyahu.
Ia juga mengancam akan melucuti senjata Hezbollah “dengan cara kami sendiri” jika Lebanon tidak bertindak.
Dari pihak Iran, militer Teheran Kamis mengklaim telah menyerang pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik Israel serta markas Shin Bet (badan keamanan dalam negeri) menggunakan drone.
“Pangkalan udara Palmachim dan Ovda rezim Zionis serta markas Shin Bet menjadi target drone Angkatan Darat Republik Islam Iran,” demikian pernyataan militer Iran yang disiarkan televisi pemerintah.
Israel mengidentifikasi rudal dari Iran dan berhasil mengintersepsinya; sirene berbunyi di Yerusalem, sementara ledakan terdengar di Tel Aviv dan perbatasan utara.
Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan pertamanya Kamis malam melalui media pemerintah. Ia menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sebagai “alat tekanan” dan berjanji “tidak akan ragu membalas darah para martir”.
Serangan Hezbollah terhadap Israel juga berlanjut. Kelompok tersebut menembakkan roket yang merusak rumah-rumah di Israel tengah malam hingga Kamis pagi, dalam koordinasi dengan Iran.
Institut for the Study of War (ISW) mencatat ini sebagai salah satu serangan terbesar Hezbollah dalam periode 18 jam sejak perang dimulai.
Di Irak, pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS jatuh di wilayah barat tanpa disebabkan tembakan musuh; upaya penyelamatan sedang berlangsung.
Iran juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di lepas pantai Irak Kamis pagi.
Pihak AS dan Israel menyatakan operasi akan berlanjut hingga target militer dan nuklir Iran lumpuh total, sementara Iran bersumpah membalas setiap agresi.
Masyarakat internasional diminta waspada terhadap risiko meluasnya konflik regional.(lia/grok)
