Menlu China mendesak ‘semua pihak’ yang terlibat dalam perang untuk kembali ke meja perundingan ‘secepat mungkin’./Foto: Ist/Xinhua
POSSORE.ID, Jakarta — Begini reaksi China mendengar keinginan Donald Trump yang menyerukan Iran menyerah tanpa syarat. Seruan yang diikuti keinginan ikut menentukan pemimpin Iran itu dijawab China dengan mengatakan, dunia tak dapat kembali ke hukum rimba.
“Tangan yang kuat tidak berarti akal sehat yang kuat. Dunia tidak dapat kembali ke hukum rimba,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi satu konferensi pers di di sela-sela pertemuan tahunan penting di Beijing, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Minggu (8/3-26).
Reaksi China ini merupakan jawaban langsung dari aksi dan penyataan yang dilontarkan Presiden AS yang menyerukan Iran menyerah tanpa syarat. Trump juga berkesempatan mencela putraAli Khamenei sebagai orang ringan tangan.
Beijing menyerukan agar kedaulatan Iran dihormati dan menuntut ‘penghentian segera operasi militer’ di Timur Tengah. Terkait perubahan pemerintahan Iran, China jelas-jelas mengingatkan jangan coba-coba kalau tak ada ada dukungan rakyat.
“Merencanakan revolusi ‘warna’ atau berupaya melakukan perubahan pemerintahan tidak akan mendapat dukungan rakyat,” ujar Wang Yi mengingatkan sebagaimanana dikutip Alzajeera.
Wang juga menyerukan agar kedaulatan Iran dan semua negara dihormati, dan menuntut “penghentian segera operasi militer” di Timur Tengah untuk mencegah eskalasi dan menghindari meluasnya konflik.
“Ini adalah perang yang seharusnya tidak terjadi, dan ini adalah perang yang tidak menguntungkan siapa pun,” kata Wang.
“Kekerasan tidak memberikan solusi, dan konflik bersenjata hanya akan meningkatkan kebencian dan menimbulkan krisis baru.”
“Rakyat Timur Tengah adalah penguasa sejati kawasan ini, dan urusan kawasan ini harus ditentukan oleh negara-negara di sana secara independen,” katanya, seraya mendesak agar tidak ada campur tangan dalam urusan internal.
Wang lebih jauh mendesak “semua pihak” kembali ke meja perundingan “secepat mungkin” untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, dan berupaya mewujudkan keamanan bersama.
China, tambahnya, siap bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk “memulihkan ketertiban di Timur Tengah, ketenangan bagi rakyatnya, dan perdamaian bagi dunia.
Menurut laporan rahasia Dewan Intelijen Nasional AS, bahkan serangan militer AS skala besar pun kemungkinan tidak akan mampu menggulingkan struktur kekuasaan militer dan ulama Iran.
Laporan tersebut – diterbitkan Sabtu (7/3) oleh The Washington Post, mengutip tiga sumber yang mengetahui dokumen rahasia tersebut – melemahkan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa ia dapat “membersihkan” kepemimpinan Iran dan menempatkan penerus pilihannya, menunjukkan bahwa hasil seperti itu jauh dari kepastian.
Beijing telah mengutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Wang juga menegaskan bahwa hubungan China dengan Rusia, yang telah dikritik oleh Barat karena mempertahankan perang di Ukraina, tetap “kokoh dan tak tergoyahkan”.(lia)
