02/05/2026
AktualEkonomi

IFEX Jadi Motor Penggerak Ekspor Furnitur Indonesia ke Pasar Dunia

POSSORE.ID, JakartaPagi itu, hiruk-pikuk pelaku industri furnitur terasa berbeda di hall luas Indonesia Convention Exhibition. Deretan kursi kayu berukir, meja berdesain minimalis, hingga lampu dekoratif bernuansa artistik tersusun rapi menyambut para pembeli dari berbagai negara. Di sanalah harapan industri furnitur Indonesia kembali dipertemukan dengan pasar global melalui ajang Indonesia International Furniture Expo 2026.

Di balik gemerlap pameran itu, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana industri furnitur Indonesia terus bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika ekonomi dunia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa ekspor mebel memberi kontribusi sebesar 12,2 persen terhadap subsektor kerajinan nasional—sebuah angka yang menegaskan peran penting industri ini bagi perekonomian.

Peluang pertumbuhan pun masih terbuka lebar. Laporan Allied Market Research memperkirakan nilai pasar furnitur global akan mencapai lebih dari 1.160 miliar dolar AS pada tahun 2034, meningkat dari sekitar 736 miliar dolar AS pada 2023 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 4,2 persen. Bagi Indonesia, proyeksi ini menjadi peluang besar untuk memperluas jejak produk furnitur nasional di pasar dunia.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, saat membuka IFEX 2026 pada Rabu (5/3) kemarin. Menurutnya, penyelenggaraan pameran internasional seperti IFEX memiliki dampak positif bagi perkembangan industri furnitur nasional.

Ia juga menyoroti capaian Indonesia dalam sektor manufaktur. Manufacturing Value Added Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan ASEAN dengan nilai mencapai 265,07 miliar dolar AS—sebuah indikator penting yang menunjukkan daya saing industri nasional di kawasan.

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah terus menghadirkan berbagai dukungan bagi pelaku industri. Mulai dari fasilitasi ketersediaan bahan baku, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan kualitas produk, hingga penguatan riset pasar serta penciptaan iklim usaha yang kondusif. Pemerintah juga mendorong pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) furnitur di berbagai daerah.

Harapannya, IFEX tidak sekadar menjadi ajang pamer produk, tetapi juga menjadi medium strategis yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah pemain furnitur global yang kompetitif.

Optimisme yang sama disampaikan Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur. Ia meyakini industri furnitur nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas di pasar internasional.

Leave a Comment