Kapal Tanker milik AS yang diserang Garda Revolusi Islam Iran di Teluk Persia.//Foto: Istimewa
POSSORE.ID, Teheran– Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Amerika di bagian utara Teluk Persia dengan rudal.
Serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Amerika tersebut dilakukan oleh personel Angkatan Laut IRGC, Kamis (5/3-26), sementara target saat ini terbakar.
Dikutip dari Kantor Berita Iran, Tasnim News Agency, IRGC mengatakan, sebelumnya telah memperingatkan bahwa menurut hukum dan peraturan internasional, selama masa perang, hak navigasi melalui Selat Hormuz akan berada di bawah kendali Republik Islam Iran.
Ditambahkan bahwa semua orang harus mematuhi peraturan tersebut, dan menegaskan kembali bahwa kapal militer dan komersial milik Amerika Serikat, rezim Zionis, negara-negara Eropa, dan pendukung mereka tidak akan diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz.
IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal AS, Israel, atau Eropa yang terdeteksi di Selat Hormuz pasti akan diserang.
Perang Panjang
Seorang pejabat Iran dengan tegas membantah laporan media sebelumnya yang menyatakan bahwa Teheran telah mengirim pesan kepada AS.
“Tidak ada pesan yang dikirim dari Iran ke AS dan Iran tidak akan membalas pesan yang dikirim oleh pihak Amerika,” kata pejabat Iran tersebut kepada Kantor Berita Tasnim , Kamis (5/3-26).
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan sebelumnya oleh situs web Axios yang mengklaim bahwa Iran telah mengirim pesan kepada AS dalam beberapa hari terakhir tetapi belum menerima jawaban.
Pejabat tersebut menegaskan kembali bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang. Perang panjang antara AS/Israel dengan Iran sebelumnya dilansir berbagai media dengan mengutip penyataan Presiden Trump.
Dikutip dari CNBC (3/3-26), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin (2/3/2026) waktu setempat. (lia)
