POSSORE.ID, JAKARTA — Aliansi Kebangsaan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema Reaktualisasi Politik Luar Negeri Indonesia, Jumat 27 Februari 2026.
Diskusi ini digelar untuk menelaah kembali relevansi prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menghadapi perubahan geopolitik dan geoekonomi dunia yang berlangsung cepat dan sering kali tidak menentu.
Hadir sebagai narasumber yaitu Prof. Dewi Fortuna Anwar, Prof. Makarim Wibisono, Prof. Hikmahanto Juwana, dan Prof. Krisnandi.
Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo dalam pengantarnya menyampaikan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan politik luar negeri bebas aktif.
Ia mengamati dalam satu tahun terakhir, politik luar negeri Indonesia menunjukkan karakter yang dinamis dan proaktif. Indonesia dinilai aktif merespons berbagai isu global, termasuk konflik Rusia–Ukraina serta konflik Palestina.
Sikap aktif tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan Indonesia turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Prinsip bebas aktif, yang kemudian ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Pontjo menilai bebas aktif bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari perjuangan pembebasan bangsa, baik secara politik maupun batin.
