Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang persiapkan bantuan 1000 gendet dan 3000 unit kompor gas untuk korban bencana Sumatera, Sabtu (27/12).//Foto Istimewa
POSSORE.ID, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Sabtu (27/12-25), melepas pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.
Pengiriman bantuan dasar ini, dilakukan setelah lebih sebulan bencana yang terjadi sejak 24 November 2025.
Pengiriman bantuan genset dan kompor gas itu, sekaligus merupakan pengakuan Bahlil bahwa sampai saat ini 224 desa di Provinsi Aceh belum mendapatkan aliran listrik pascabencana banjir dan longsor sejak November 2025.
“Dalam catatan kami, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh yang belum teraliri listrik,” ucap Bahlil di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Kenyataa ini sangat kontradiktif dengan pernyataan yang pernah dinyatakan Bahlil sebelumnya ketika menjawab pertanyaan Presiden di Bireun Aceh, bahwa listrik di Aceh sudah 97 persen nyala.
Pernyataan ini kemudian disadari Balil dan memohon maaf kepada masyarakat. Angka 97 persen menurut Bahlil berasal dari PLN.
Bantuan genset dan kompor gas ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik. Desa-desa itu berada di sekitar 10 kabupaten. Diketahui, infrastruktur di desa tersebut sampai saat ini masih dalam perbaikan.
“Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN,” kata dia lagi, tanpa menyinggung kenapa bantuan kebutuhan dasar ini lebih dari satu bulan pasca bencana baru dikirimkan.
Bahlil menyebu pengiriman ini sebagai bagian dari respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.
Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sementara bantuan kompor gas dan kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar cepat tiba di lokasi tujuan.
“Hari ini atas arahan Presiden, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik,” kata Bahlil. (lia)
