Asap mengepul menjulang tinggi dari gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakpus, yang terbakar Selasa siang (9/12).//Foto: Istimewa
POSSORE.ID, Jakarta — Sekitar 20 orang korban kebakaran yang terjadi di kantor PT Terra Drone, Kemayoran, Selasa siang (9/12), ternyata tewas bukan karena terbakar atau jilatan api. Tapi diduga karena lemas.
Temuan ini merupakan hasil identifikasi awal tim pemadam kebakaran dan kepolisian di lokasi kejadian yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro, Selasa sore.
Namun menurut Susatyo, penyebab pasti kematian para korban masih menunggu pemeriksaan lebih mendalam dari tim Puslabfor Polri.
Api menjilat kantor PT Terra Drone,di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa sekitar pukul 12.40 WIB.
“Terkait sebab dan sebagainya tentunya nanti akan didalami oleh tim dari Puslabfor Polri. Nanti (setelah) selesai semua kegiatan evakuasi dilaksanakan oleh teman-teman damkar,” ujar Susatyo kepada wartawan di lokasi kejadian.
“Untuk saat ini yang kami hitung adalah korban yang sudah terlihat, dan kondisi korban dalam identifikasi kami bukan (karena) luka bakar, tetapi dalam luka kemungkinan adalah karena lemas,” jelasnya.
Hingga pukul 16.00 WIB, lanjut dia, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi berjumlah 20 orang. Dari jumlah itu, lima korban adalah laki-laki dan 15 korban lainnya perempuan. Satu di antaranya diketahui sedang hamil.
“Saat ini semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati,” tambah Susatyo.(lia)
