18/04/2026
Nasional

9400 Rumah Rusak, 753 Meninggal, 650 Hilang, 2600 Luka Akibat Terjangan Banjir

Polres Tapanuli Selatan menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana alam di Kelurahan Reniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, Selasa (02/12)//Foto: Istimewa

POSSORE.ID, Jakarta – Proses pencarian korban akibat bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang menghantam Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh di pekan akhir November 2025 lalu masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, data jumlah korban hilang dan meninggal terus bertambah.  Sebelumnya, BNPB menyebutkan,  per Selasa sore (2/12/2025) jumlah korban yang ditemukan meningga dunia 708 orang dan yang dinyatakan hilang mencapai 499 orang

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tahun 2025, Rabu (3/12/2025 per pukul 11.48 WIB), terkonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi 753 orang.

Sementara, masih ada 650 orang yang dilaporkan hilang dan sekitar 2.600-an orang luka akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.

Dilaporkan BNPB, ada sekitar 3.3 juta orang di 49 kabupaten/ kota di provinsi Aceh (1,5 juta orang), Sumatra Utara (1,7 juta orang), dan Sumatra Barat (sekitar 141.800 orang) yang terdampak bencana ini.

Tercatat, ada lebih dari 1,5 juta orang di Aceh yang harus mengungsi, 538.800-an orang di Sumatra Utara, dan sekitar 106.200 orang di Sumatra Barat.

Sebanyak 3.600-an unit rumah rusak berat, 2.100-an unit rumah rusak sedang, dan sekitar 3.700 unit rumah rusak ringan. Belum lagi kerusakan sekolah, rumah ibadat, dan jembatan.(lia/sumber: CNBC)

Leave a Comment