POSSORE.ID, Jakarta — Pagi itu, aroma kopi memenuhi ruang rapat utama Kantor Pusat Perum BULOG di Jakarta. Di antara cangkir-cangkir hangat dan obrolan santai, terselip semangat besar: membangun masa depan pangan Indonesia.
Coffee Morning bukan sekadar temu santai, melainkan langkah awal memperkuat kolaborasi antar-BUMN untuk proyek besar yang kini tengah di depan mata — pembangunan 100 infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.
Perum BULOG merespons cepat arahan Presiden untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional. Melalui koordinasi awal bersama sebelas direktur BUMN Karya, BULOG meneguhkan komitmen: bekerja tidak sendiri, tetapi bersama.
“BULOG tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi agar pembangunan ini berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., dalam sambutannya.
Dengan suara tenang namun tegas, Rizal menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar soal bangunan dan beton, melainkan tentang kedaulatan pangan dan keadilan bagi setiap wilayah di negeri ini.
“Saudara-saudara kita di daerah 3T berhak atas pangan yang terjamin. Gudang-gudang ini akan kita prioritaskan untuk mereka,” imbuhnya.
Rencana pembangunan 100 infrastruktur pascapanen (IPP) ini mencakup gudang penyimpanan beras dan jagung, fasilitas pengering (dryer), unit penggilingan (RMU), silo, hingga Rice to Rice (RTR) berbasis teknologi modern.
Dengan dukungan dana Rp5 triliun dari investasi pemerintah non permanen Cadangan Jagung Pemerintah 2025, proyek ini juga menggandeng Danantara sebagai badan pengelola investasi BUMN.
Langkah cepat BULOG ini beriringan dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) sehari sebelumnya tentang percepatan penyediaan infrastruktur pascapanen, yang diteken oleh sejumlah kementerian dan lembaga.
Di antara para penandatangan, hadir Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Keuangan Heru Pambudi, dan Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dengan dukungan penuh dari Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan menyebut, pembangunan ini merupakan bagian dari visi untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional di tengah peningkatan produksi yang signifikan. “Produksi beras meningkat 13 persen, dan pembangunan gudang baru ini akan memastikan hasil panen terserap dengan baik, termasuk untuk komoditas jagung,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas kementerian dan kolaborasi antar-BUMN, BULOG berharap 100 infrastruktur pascapanen ini menjadi fondasi baru bagi kemandirian pangan Indonesia — dalam memastikan setiap butir hasil bumi tersimpan, setiap panen terserap, dan setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dapat menikmati pangan yang cukup dan terjangkau.
Dan pagi itu, di antara sapa hangat dan aroma kopi, langkah besar menuju kedaulatan pangan itu mulai diseduh perlahan — dengan semangat sinergi yang menyalakan harapan. (aryodewo)
