05/05/2026
Aktual

Wapres Buka Munas VIII Persatuan Tunanetra Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Wakil Presiden, Boediono, membuka secara resmi Musyawarah Nasional ke VIII Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) bertajuk ‘Mewujudkan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-hak Tunanetra Demi Tercapainya Kehidupan yang Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat’, di Hotel Grand Cempaka, Rabu (27/8).

“Pentingnya berbagai pihak menumbuhkan rasa percaya diri kepada para tunanetra, agar mereka tetap bisa berkontribusi secara optimal di dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Seorang tunanetra bisa berfungsi secara penuh bila ada kepercayaan diri,” kata Wapres, saat memberikan sambutan dalam munas yang berlangsung pada 26-28 Agustus 2014 ini.

Ia juga mencontohkan perjuangan ayahnya yang menderita glaukoma dalam membesarkan anak-anaknya. Di tengah keterbatasannya itu, sang ayah tetap menjalankan fungsinya sebagai kepala keluarga, pendidik dan penuntun anak-anaknya dengan sangat baik.

“Karena ayah saya memiliki bekal kepercayaaan diri, akhirnya kami anak-anaknya sama sekali tidak pernah merasa minder dan kekurangan apapun,” ungkapnya.

Didi Tarsidi, Ketua Pertuni menjelaskan, Munas ke- VIII Pertuni kali ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang mewakili 32 pengurus daerah tingkat provinsi, serta 208 dewan pengurus cabang tingkat Kabupaten/Kota. Sejak berdiri 48 tahun lalu, saat ini Pertuni memiliki 30.000 anggota.

“Munas ini akan menetapkan program Pertuni selama lima tahun ke depan, dan juga sarasehan yang membahas topik mengenai kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi tunanetra. Penting bagi anggota Pertuni untuk mendapatkan bekal tentang bagaimana cara bisa lebih mandiri, dan membuka usaha sendiri,” katanya.

Dengan mengusung visi terciptanya masyarakat yang inklusif di berbagai bidang kehidupan, Didi berharap agar munas kali ini bisa mengarahkan langkah Pertuni membangun masyarakat tunanetra yang lebih mandiri dan berkualitas.

“Kegiatan ini juga didukung oleh organisasi nirlaba dan Standard Chartered Bank, sebagai bagian dari kepedulian mereka akan terbentuknya masyarakat yang adil dan sejahtera,” tambah Didi. (tety)

Leave a Comment