11.1 C
New York
25/04/2026
Aktual

Jokowi Mulai Menyerang PDI Perjuangan, Begitu Dugaan Denny Indrayana

Baliho Harun Masiku yang muncul Agustus 2023 lalu di Jakarta. //Foto: Inilah.com

JAKARTA. Possore.id — Langkah Ketua Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK)yang tiba-tiba saja mengeluarkan surat perintah pencarian dan penangkapan Harun Masiku, yang di mata para mantan karyawan KPK sebagai sebuah kejanggalan,  diduga sebagai pertanda serangan politik kepada PDI Perjuangan.

Dugaan serangan politik ini, diungkapkan advokat dan pakar hukum tata negara Prof DR Denny Indrayana melalui akun miliknya @dennyindrayana di media sosil X (twitter), Kamis malam (16/11).

Bahkan mantan Wakil Menkumham ini terus terang menyatakan dugaannya bahwa orang yang berani menyerang partai pimpinan Megawati Soekarno itu adalah Jokowi.

“Mengapa?” Tanya Denny melalui akunnya tersebut yang dia jawab sendiri, “Tanyakan langsung saja ke Pak Lurah. Ingat rumusnya, apapun jawabannya, yang benar adalah kebalikannya,” lanjut Denny.

Sejak pencalonan putranya, Gibran Rakabuming, sebagai Calon Wapres pendamping Capres Prabowo, kalangan pengamat melihat antara Jokowi dengan partai yang membesarkannya, PDIP,  sudah berpisah dan masing-masing menempuh langkah politiknya.

Harun Masiku adalah kader PDI Perjuangan yang berstatus buronan KPK sejak 2020. Dia berstatus buronan dalam kasus suap terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan.

Kasus Harun Masiku ini konon “belepotan” dan membuahkan tuduhan melibatkan sejumlah pihak lain termasuk fungsionaris partai.

Kasus Masiku terkait penentuan calon legislatif sebagai pengganti caleg jadi yang meninggal. Masiku dikabarkan sempat buron ke luar negeri namun kembali lagi ke Indonesia dan diisukan ngendon di dalam negeri.

Ketua KPK Firli Bahuri baru saja mengungkapkan, dirinya telah menandatangani surat perintah pencarian dan penangkapan Harun Masiku. Orang mencurigai Firli yang saat ini sedang disorot dalam kasus dugaan pemerasan terhadap (mantan )Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Kecurigaan dilontarkan mantan pegawai KPK yang tergabung dalam IM57+ Institute, yang bereaksi keras atas langkah baru KPK dalam perburuan buronan Harun Masiku.

IM57+ Institute mendesak agar upaya menyeret KPK dalam politisisasi hukum dihentikan.

Ketua IM57+ Institute Muhammad Praswad Nugraha kepada wartawan, Kamis (16/11) mengungkapkan kejanggalan yang mereka endus terkait langkah KPK.

Padahal selama ini Harun Masiku tak kunjung tertangkap. Namun, tiba-tiba KPK mengeluarkan surat penangkapan Harun Masiku di saat Firli terjerat kasus dugaan pemerasan mantan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Keadaan di luar kewajaran dalam penanganan Harun Masiku yang sudah berlarut-larut tidak kunjung ditangkap dan tiba-tiba dikeluarkan surat penangkapan merupakan salah satu kejanggalan,” ujar Praswad.

Menurut Praswad perintah penangkapan Masiku seharusnya sudah dikeluarkan sejak lama. “Baru dikeluarkan saat adanya proses penyelidikan terhadap pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK.”

“Seakan ada upaya untuk memberikan pesan antarinstitusi dan aktor politik sehingga membuat publik bertanya-tanya mengenai motif sebenarnya dari tindakan tersebut,” ujar Praswad.

Denny Indrayana sendiri melalui akunnya menyebut, jika tidak ada perubahan skenario, dalam waktu dekat, Harun Masiku akan ditangkap.
Firli Bahuri, yang disebut Denny sedang sibuk berakrobat menghindar jadi tersangka kasus pemerasan SYL, sudah mengeluarkan surat penangkapan.

“Apakah itu artinya, keberadaan Harun Masiku baru diketahui? TIDAK!”

Harun Masiku, lanjut Denny, sudah sejak lama termonitor. Pada 5 Agustus lalu, di Melbourne, ketika dia ngobrol santai dengan Prof
Jimly Asshiddiqie info keberadaan Harun Masiku sudah terlacak.

Lalu, kenapa belum juga ditangkap?

“Karena, terutama sekarang-sekarang ini, kasus hukum hanya menjadi alat bargaining politik. Hukum hanya alat permainan, dan bagian dari strategi pemenangan Pilpres 2024. Untuk menyerang lawan dan menyandera kawan.” jelasnya.

Artinya, jika ada kasus yang diangkat, dapat diduga itu adalah serangan kepada lawan politik.

Jadi, lanjut Denny, kalau Harun Masiku yang ditangkap, pukulan kerasnya patut diduga akan mengarah kepada PDI Perjuangan.

Lalu, siapa yang berani menyerang PDI-P? “Dugaan saya adalah Jokowi. Mengapa?”

Denny mempersilakan siapa pun menanyatakan langsung saja “ke Pak Lurah”.

“Ingat rumusnya, apapun jawabannya, yang benar adalah kebalikannya,” demikian Denny. **

Leave a Comment