24/04/2026
AktualNasional

Ketua Umum Petanesia Konsisten Gaungkan Gerakan Cinta Tanah Air

JAKARTA (Possore.id) — Dua tahun terakhir aksi radikalisme dan terorisme di tanah air menurun. Salah satu upaya kontra radikalisme adalah penanaman cinta tanah air yang dilakukan kepada generasi muda.

Di tahun politik saat ini, gerakan cinta tanah air mulai bergeliat lagi melalui program tangkal hoaks dan hate speech.

Baik program deradikalisasi maupun tangkal hoax dan hate speech pelopornya sama, yakni organisasi kebangsaan Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia).

Belum lama ini Dewan Pimpinan Pusat Petanesia menggelar kegiatan Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI.

Dihadiri oleh sekitar 6.300 orang dari berbagai latar belakang mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi pemuda, siswa/santri, hingga organisasi sosial kemasyarakatan.

Salah satu kegiatan dalam rangkaian Apel Merah Putih dan Ikrar NKRI adalah launching program tangkal hoaks dan hate speech.

Kegiatan dilaksanakan pada 21 Oktober 2023 di Stadion Jenderal Hoegeng, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Lantas, siapakah sosok Ketua Umum Petanesia yang memimpin kegiatan sehingga berhasil menggondol Rekor MURI kategori “Launching dihadiri Peserta Terbanyak?”

Adalah Muhammad Eko Priyono yang kini menjabat Ketua Umum Petanesia Periode 2020-2025.

Petanesia adalah organisasi sosial kemasyarakatan kebangsaan yang digagas dan didirikan oleh guru bangsa sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden RI Maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya.

Eko lahir pada 22 Juli 1977 di Kota Pekalongan. Kesehariannya dihabiskan untuk mengabdikan diri pada kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengrajin sarung batik dengan brand “Batik Kalungguh”. Ia dibesarkan di Kota Batik itu.

Eko mengenyam pendidikan dasar dari SD sampai sarjana di Pekalongan, yakni SD Impres I lulus tahun 1990. Lalu lulus SMPN 9 Kota Pekalongan tahun 1993 dan pada 1996 lulus SMA Dwi Praja.

Kemudian ia melanjutkan kuliah di Fakultas Perikanan Univ Pekalongan dan lulus tahun 2007.

Sebelum memimpin Petanesia, Eko aktif dalam organisasi IPNU dan Gerakan Pemuda Anshor (banom NU) dari tingkat ranting sampai Kota Pekalongan.

Bagi kalangan pengrajin batik di Kota Pekalongan, ia didaulat sebagai Ketua Pasar Batik IBC Wiradesa Kota Pekalongan.

Pada 2021, Eko dipercaya menjadi Ketua RW 15 Krapyak Kidul Pekalongan Utara. Pria yang hobi humor ini juga tidak asing dalam dunia persepakbolaan. Ia menjabat sebagai Ketua PSSI Kota Pekalongan periode 2017-2021.

Pria yang menyebut dirinya sebagai organisator dan pengusaha ini melakoni hidup, berkumpul dengan banyak orang lain, baik orang-orang baru maupun jajaran pengurus, banom NU, mitra tingkat nasional.

Dalam setiap perkumpulan, ia tak pernah lepas mengupas dan membahas tema kebangsaan dengan renyah yang dikemas bersamaan tema ekonomi kerakyatan.

“Gerakan cinta tanah air, hanya bisa berjalan mulus jika diimbangi dengan gerakan ekonomi kerakyatan,” begitu pernyataan yang sering didengungkan Eko.

Pria yang mempelopori sarung batik ukuran besar secara nasional ini konsisten dan tanpa menyerah mengkampanyekan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa kepada generasi muda.

Menurutnya, generasi muda saat ini kurang merasa memiliki rasa kebangsaan sehingga banyak kelompok secara sembunyi maupun terang-terangan ingin merongrong ataupun mengganti bahkan menghancurkan NKRI.

Di bawah kepemimpinan Eko, Petanesia merangkul semua kalangan dari berbagai latar belakang agama, ras, suku, dan keragaman lainnya.

Ia menjalankan misi yang diajarkan oleh Guru Mulia Habib Luthfi Bin Yahya, yakni komitmen menjaga persatuan Indonesia.

Salah satu upaya menjaga persatuan adalah melalui gerakan kemakmuran Indonesia dan pendidikan bagi semesta.

Leave a Comment