14.9 C
New York
24/04/2026
AktualNasional

Anies Baswedan bicara tentang Bentrok Rempang, Perlu Ada Koreksi Kebijakan

Demo di depan Kantor BP Batam beberapa  waktu lalu/foto: batam.tribunnews

JAKARTA (Possore.id) — Bakal calon presiden dari Nasdem, PKS dan PKB, Anies Rasyid Baswedan menyerukan perlunya koreksi dalam kebijakan pemerintah terkait rencana pembangunan Rempang Eco City  yang memicu kekisruhan dengan rakyat di Pulau Rempang, Batam.

Hal itu dikemukakan Anies Baswedan usai bersilaturrahmi bersama Nasdem, PKB dan PKS dan bakal calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKS Jakarta Selatan, Selasa (12/9).

Mengomentari konflik yang terjadi antara rakyat dengan tim petugas gabungan di Rempang, Kamis pekan lalu, Anies bicara juga pengalamannya ketika memimpin Jakarta.

Ketika ada tindakan tindakan kekerasan yang menyangkut penggeseran, pengusuran, luka sosialnya lama. Anies kemudian mengingatkan masa-masa di Jakarta, ketika kampung-kampung dibuldoser, digeser.

Anies juga bicara tentang investasi, yang sesungguhnya, tujuan akhirnya bukan sekadar memperkaya investor, tapi meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. “Itulah tujuan utama kita membuka Indonesia, membuka kesempatan untuk ada investasi,” lanjutnya mengingatkan.

Karena itu menurut Anies, setiap kebijakan harus mengedepankan prinsip-prinsip keadilan. Prinsip itu harus tetap dijalankan dalam situasi apa pun. “Karena kita tahu pelaksanaan selalu ketemu dengan berbagai tantangan di lapangan,” lanjutnya.

Menurut Anies, kalau kegiatan investasi justeru memicu penderitaan, memicu kondisi yang tidak sehat dalam kesejahteraan rakyat, maka diperlukan ada langkah-langkah koreksi.

“Kami melihat pendekatan yang penting adalah dengan dialog. Apalagi ketika kita bicara tentang proyek yang jangka waktuny amat panjang, bisa diberikan tambahan waktu untuk proses pembicaraan itu dilasanakan tuntas,” ujar Anies.

Bagi manan Gubernur DKI Jakarta ini, lebih baik dilakukan pembicaraan panjang, rumit, ribet, ta[i melibatkan semua, dan sampai kepada kesimpulan yang diterima, baru kemudian eksekusi.

Dengan cara seperti itu, lnjut Anies, maka kita akan merasakan pembangunan yang prosesnya dirasakan sebgai proses yang baik dan benar.

Sebelum ini, Anies pernah bicara tentang kemerdekaan dan hak-hak rakyat atas tanah. Dia melukiskan keadaan, bagaimana kita membiarkan rakyat kita sendiri di tanah kita sendiri.

“Jangan kita ketika melihat rakyat yang berada di tanah milik negara lalu memandangnya merek itu seperti bukan warga negara Indonesia,bukan bagian dari bangsa Indonesia.”

Menurut Anies, seperti yang dapat dikutip melalui video yang beredar di media sosial, kalau bangsa lain yang menduduki tanah kita,itu adalah masalah lain.

“Tapi kalau ini adalah rakyat kita sendiri yang mereka ingin hidup lebih baik, carilah jalan keluar yang memberikan kepada rakyat rasa kebahagiaan, bahwa negara ini datang dengan kerahiman, datang dengan cinta kasih, dengan perasaan memiliki bahwa ini adalah rakyt kami. Bukan dipandang…ini sebagai entitas.”

Menurut Anies, dia bicara tentang soal bagaimana negara hadir dan melindungi.Perintah pertama republik ini, republik merdeka untuk apa, …melindungi setiap tumpah darah Indinesia, pegang itu sebagai prinsip. Mudah-mudahan ini didengar.

Anies menekankan, hal yang sudah sering dia kemukakan saat menjabat gubernur DKI Jakarta, sudah saatnya kita mengatur ulang cara pandang kita terhadap rakyat yang sudah puluhan tahun tinggal di sebuah tempat yang tanahnya adalah turun temurun dari kolonial Belanda. **

 

Leave a Comment