13.7 C
New York
24/04/2026
AktualNasional

Cak Imin Bicara Soal Perubahan ala NU, Meraih yang Lebih Baik…

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin//foto: CNBC

JAKARTA (Possore.id) — Ketua Umum Partai Kebngkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan koalisi pendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 kemungkinan masih bernama Koalisi Perubahan.

Meski katanya, masih ada diskusi soal nama koalisi yang mencalonkan Anies Baswedan  dan Cak Imin itu, namun banyak usulan agar nama Koalisi Perubahan tetap dipertahankan.

“Nama koalisinya sementara ini kita terus diskusikan, tapi ini usulan yang cukup dominan adalah nama Koalisi Perubahan,” kata Cak Imin di Kantor PB PMII, Jakarta, Rabu (6/9).

Dia mengatakan, PKB tak masalah dengan nama perubahan di koalisi itu. Menurutnya, perubahan yang akan diusung akan sesuai falsafah Nahdlatul Ulama (NU).

Dia berkata perubahan dilakukan dengan memperhatikan proses yang telah berjalan. Perubahan tidak akan menghilangkan hal-hal yang telah berjalan baik.

“Muhafadhotu ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Itulah yang disebut perubahan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Perubahan adalah meraih yang lebih baik di masa yang akan datang memelihara dan meneruskan yang sudah baik, yang diperoleh hari ini. Itu change, change versi NU.”

Sebelumnya, PKB bergabung degan Partai NasDem untuk mengusung bakal capres Anies Baswedan. Koalisi itu pun sepakat mengusung Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden.

Sebelum PKB bergabung, NasDem telah membangun Koalisi Perubahan bersama Demokrat dan PKS. Demokrat hengkang dari Koalisi Perubahan setelah deklarasi Anies-Cak Imin. Demokrat mengklaim koalisi perubahan merupakan ide dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Terkait isu pemeriksaan terhadap dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cak Imin menyatakan bersedia menghadiri pemanggilan KPK hari ini (Kamis 7/9)

Ia menyatakan akan fokus ke memberi keterangan ke KPK, dan tidak ikut-ikutan berinterpretasi bahwa pemanggilan KPK tersebut sebagai politisasi.**

 

Leave a Comment