13.7 C
New York
24/04/2026
AktualNasional

Gayung Bersambut, Ucapan Anies Baswedan Dibalas AHY dengan Sindiran

Ketua Umum Partai Demokrat , Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).//Foto: rri.go.id

JAKARTA (Possore.id) — Masih seputar “keluarnya” Partai Demokrat dari Koalisi Perubaan untuk Persatuan (KPP). Ketua Umum partai berlambang ‘bintang mercy’ itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali menegaskan sikap partainya.

“Lebih baik bersepakat untuk tidak sepakat dari pada kam dipaksa menerima sebuah keputusan yang kami tidak diajak membicarakannya,” ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Penegasan AHY ini jelas-jelas merujuk kepada masuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke dalam KPP dan digandengkannya ketua umum partai itu dengan Anies Baswedan sebagai bakal calon Wapres. Penegasan tersebut disampaikan AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Demokrat merasa tidak dilibatkan dalam keputusan memilih Cak Imin itu.

Bak gayung bersambut, pernyataan Anies Baswedan bahwa lebih baik minta maaf dari pada minta izin, dijawab AHY  melalui sindiran,  jika kata maaf dijadikan alasan untuk mengingkari komitmen maka (itu) akan sangat berbahaya.

AHY tak ingin budaya seperti pengingkaran komitmen menjadi karakter bangsa. “Komitmen menjadi barang yang langka. Kata maaf dijadikan obat yang murah untuk pengingkaran atas sebuah komitmen. Ini tentu berbahaya jika dibiarkan bisa menjadi budaya, menjadi sebuah pembenaran,” ujar AHY.

Pernyataan lebih bak minta maaf dari pada minta izin itu disampaikan Anies dalam nada kelakar saat pidato usai deklarasi Anies- Cak Imin dua hari lalu.

Menurut AHY Demokrat akan terus memperjuangkan nilai dan etika dalam kehidupan politik di Indonesia. Ia mengajak seluruh jajaran Demokrat untuk segera move on.

Begitu pun, melalui keterangan persnya AHY tak lupa mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menilai sikap Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang meminta anak buahnya tak melaporkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah benar.

Penilaian Hinca atas sikap Surya Paloh ini menanggapi urungnya politisi Nasdem, Ahmad Sahroni, melaporkan jajaran petinggi Partai Demokrat dan SBY ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran hoaks, Senin (4/8).

“Saya kira apa yang diambil sikap Pak Surya Paloh untuk tidak melaporkan itu sudah benar. Yang kemarin itu ruang politik, yang namanya politik adalah ruang publik, bukan ruang delik, bukan ruang hukum pidana,” ujar Hinca di DPP Partai Demokrat.

Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni batal melaporkan ke Bareskrim Polri karena diminta secara langsung Surya Paloh dan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan untuk tidak melaporan SBY dan Partai Demokrat.**

Leave a Comment