30/04/2026
AktualEkonomi

Agripreneur Dorong Berkembangnya Hilirisasi Pertanian dan Ciptakan Wirausaha Unggul

BOGOR (Possore.id) — Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan Indonesia memiliki keunggulan dari sektor pertanian dan keunggulan perlu dikembangkan lebih lanjut.

Salah satunya melalui penciptaan wirausaha berbasis agrikultur atau agripreneur. Agripreneur ini berpotensi mendorong berkembangnya hilirisasi pertanian sekaligus menciptakan wirausaha unggulan.

“Kita bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan menghadirkan entrepreneur baru dengan produk berbasis riset,” kata Teten dalam acara Entrepreneur Hub Dialog Interaktif MenKopUKM bersama Agripreneur di Bogor, Jawa Barat, Senin 10 Juli 2023.

Menurut Teten, selain membangun infrastruktur, modernisasi birokrasi, SDM, dan pembangunan demokrasi, paling penting Indonesia juga perlu menyiapkan entrepreneur.

Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDB. Pada triwulan I 2023 mencapai 11,8 persen, dengan tren pertumbuhan yang positif sebesar 4,73 persen per kuartal.

Selain itu, Global Food Security Index (GFSI) mencatat indeks ketahanan pangan Indonesia 2022 berada di peringkat 69 dari 113 negara dengan mengalami peningkatan di level 60,2 atau naik 1,69 persen dibandingkan tahun 2021.

Menteri Teten menambahkan saat ini pihaknya membidik persentase entrepreneur sebanyak 3,47 persen. Untuk menjadi negara maju, persentase wirausaha sebuah negara minimal harus mencapai 4 persen.

Dalam hal ini, menurutnya, Indonesia harus berhasil mencetak 1 juta wirausaha agar dapat mencapai persentase yang ditargetkan.

“Kita harus memikirkan bagaimana caranya mencetak 4 persen entrepreneur baru ini karena kita membutuhkan sekitar 1 juta lagi entrepreneur baru,” tegasnya.

Pemerintah perlu menggandeng kampus sebagai pabrik entrepreneur. Salah satunya, IPB. Supaya pebisnis baru memulai dengan inovasi produk yang berbasis riset dan teknologi.

Kolaborasi ini difokuskan pada pentingnya inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan dalam memajukan industri agribisnis serta mendukung perkembangan agripreneur.

Melalui kolaborasi bersama diharapkan dapat tercipta langkah-langkah untuk menjawab berbagai tantangan terkait ketahanan pangan, penciptaan nilai tambah melalui pengembangan produk olahan baru.

Selain itu, pengemasan yang menarik, dan pemasaran yang cerdas berbasis teknologi. Misalnya menjadi produk perawatan kulit, produk kesehatan, dan minyak atsiri.

Para peserta yang tergabung dalam Entrepreneur Hub Agripreneur diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari IPB melalui STP-IPB.

Sehingga dalam beberapa waktu ke depan, para agripreneur tersebut usahanya dapat naik kelas.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim menambahkan, Bogor tercatat memiliki 76 ribu UMKM. Namun, yang terdaftar secara resmi untuk mengurus perizinan baru mencapai sekitar 1.000 UMKM.

Menurutnya, saat ini dibutuhkan wirausaha yang terdaftar secara resmi guna ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bogor. Dia berharap acara ini bisa menjadi jawaban untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Semoga acara ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan wirausaha di Bogor,” ujar Dedie.

Sementara itu, Rektor IPB University Arif Satria mengatakan sebanyak 43 persen mahasiswa baru di IPB berminat untuk menjadi wirausaha.

Untuk mewujudkan mimpi para mahasiswa ini, pihaknya menyiapkan berbagai program agar IPB dapat menjadi inkubator yang mampu melahirkan wirausaha baru di Indonesia.

“Kita akan bina para mahasiswa ini melalui berbagai program yang kami kembangkan. Salah satunya Science Techno Park ini yang kami gunakan untuk mengembangkan teknologi, tempat untuk riset, start up center, dan lainnya,” ucap Arif.

Leave a Comment