30/04/2026
AktualEkonomi

Peningkatan Kompetensi Pengawas Koperasi untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

BOGOR (Possore.id) — Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) mengadakan diskusi bertajuk “Penyusunan Rencana dan Program SDM Pengawas Koperasi”, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu 8 Juli 2023.

KemenkopUKM menyadari permasalahan koperasi begitu kompleks. Ditambah beberapa kasus koperasi bermasalah, membuat pengembangan koperasi menjadi terkendala.

“Kompleksitas dalam pengembangan koperasi harus disikapi dengan peningkatan sumberdaya manusia (SDM) pengawas koperasi,” kata Nasrun Siagian, Asdep Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkoperasian dan Jabatan Fungsional KemenkopUKM.

Dalam diskusi bersama Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) itu, Nasrun menegaskan, upaya peningkatan kompetenai pengawas koperasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Bagaimana masyarakat semakin percaya terhadap koperasi. Bagaimana juga meminimalisir permasalahan yang akan terjadi. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM Pengawas mutlak diperlukan dan terus diperkuat.

“Nantinya, kita tidak lagi melakukan pelatihan-pelatihan di kelas, tetapi secara konfrehensif diaplikasikan dalam beberapa kegiatan,” jelasnya dalam diskusi yang dipandu Ketua Forwakop, Syarif Hasan Salampessy (RRI) itu.

Misalnya koperasi rintisan yang mengedepankan literasi dan pelatihan dasar-dasar pengawasan koperasi. Terhadap koperasi yang mulai tumbuh, juga akan ditempatkan tenaga pendamping.

Artinya, tidak lagi dilakukan pelatihan-pelatihan di kelas secara terus menerus. Dengan demikian, tenaga pendamping ini dapat membantu mengawasi secara langsung koperasi tersebut.

“Mereka yang menjadi tenaga pendamping itu ada juga tenaga ahli, minimal menjalankan tugasnya selama empat bulan bahkan dimungkinkan bisa enam bulan sampai koperasi tersebut benar-benar jadi, bertumbuh secara baik dan sehat,” jelasnya.

Nasrun memastikan, KemenKopUKM akan mensupport apa yang dibutuhkan koperasi tersebut. Termasuk bantuan dana bagi pengembangan usaha koperasi.

Selain itu, pengurus koperasi juga diberikan kesempatan magang di Mina Soraya, Cilacap, yang ternyata disambut sangat antusias.

KemenKopUKM juga akan melakukan BootCamp bagi manager-manager koperasi. Harapannya, agar mereka menjadi leadership yang baik dan mampu membuat business plan yang terukur.

“Jadi kami saat ini, pelatihan-pelatihan di kelas itu sudah sangat sedikit, tapi melakukan coaching, pendampingan-pendampingan, dan magang,” papar Nasrun.

Selain itu, KemenKopUKM berusaha mengubah paradigma, di antaranya membuat platform Kampus Merdeka. Meski tidak seperti kampus pada umumnya, namun materi-materi seperti akuntansi, digitalisasi dan ekspor sangat diminati.

“Antusias pengurus koperasi luar biasa untuk mengikuti Kampus Merdeka ini,” katanya.

Nasrun berharap pendidikan dan nilai-nilai perkoperasian dapat masuk kurikulum nasional. “Dari awal harus kita tanamkan agar koperasi sebagai pilar ekonomi jangan sekedar slogan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya telah membicarakan pendidikan perkoperasian dengan Kemenko PMK dalam beberapa kesempatan.

Nasrun menambahkan, untuk tumbuh dan berkembangnya koperasi tak terlepas dari figur atau ketokohan dan sistem koperasi itu tersendiri.

Figur ini harus ‘mengorbankan” keluarganya. Orang yang harus sudah selesai dengan dunianya dulu. Artinya, secara ekonomi sudah mapan. Jadi, benar-benar fokus untuk mengembangkan koperasi.

Leave a Comment