30/04/2026
AktualEkonomi

Bank Sampoerna Kunjungi Pabrik Tahu Rumahan, Komitmen Jadi Sahabat UMKM Sejak Merintis Usaha

JAKARTA (Possore.id) — Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna), yang sejak awal fokus pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus memberikan dukungan pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Salah satu contoh nyata keberpihakan adalah pertumbuhan bisnis rintisan yang dialami Asep Jaenudin, anggota KSP Sahabat Mitra Sejati. Dari usaha tahu skala rumahan menjadi pabrik tahu dengan omset ratusan juta per bulan.

Perkenalan Asep dengan Bank Sampoerna dimulai pada 2017, ketika KSP Sahabat Mitra Sejati, yang tidak lain adalah mitra strategis Bank Sampoerna menawarkan pinjaman kepada Asep.

“Saat itu, saya sedang merintis usaha tahu skala rumahan, dengan modal yang dikumpulkan sebagai supir angkutan umum,” kata Asep.

Asep menyampaikan hal itu saat Corporate Communication & Investor Relation Head Bank Sampoerna Ridy Sudarma, berkunjung ke pabrik tahu miliknya, di Semaman, Kalideres, Jakarta Barat, Senin 26 Juni 2023.

Asep bercerita, saat mulai merintis usaha tahu, ia dihadapkan dengan berbagai kesulitan. Di antaranya berpisah dengan mitra kerja, mencari karyawan yang dapat sejalan dengan visi misi usaha, dan modal usaha.

Untuk menyiasati kondisi itu, Asep memulai dengan mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari berbagai bank swasta di Jakarta hingga akhirnya menjadi mitra Bank Sampoerna melalui KSP Sahabat Mitra Sejati.

Asep mengungkapkan, pinjaman dari Bank Sampoerna mayoritas digunakan untuk memperkuat aset dan sedikit untuk modal usaha. Aset tersebut digunakan kembali menambah modal, yang pada akhirnya diputar kembali untuk merintis usaha-usaha lainnya.

Dengan strategi tersebut, selain dia sudah memiliki pabrik tahu rumahan, Asep juga mendirikan Yayasan Ami Al Baasith Tadaquh, yang mengelola pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), warung kelontong, mess karyawan, dan usaha ternak sapi.

Dari pengakuannya, omset penjualan dari pabrik tahu kini sudah mencapai Rp500 juta – 600 juta per bulan, dengan total produksi 7 – 8 kuintal per hari.

Dengan dua merek dagang utama, tahu AL dan FHL, Asep mendistribusikan produk tahu tersebut ke hampir seluruh wilayah di Jakarta Barat.

Sementara itu, jenis tahu yang dihasilkan, antara lain tahu putih, tahu kuning, dan tahu pong.

Asep mengaku modal utama dalam menjalankan usaha ini adalah keberanian. Itu yang membedakannya dengan usaha tahu rumahan lainnya. Ia berani pinjam ke bank dan berkomitmen untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

“Dengan komitmen itu, saya akhirnya dipercaya perbankan, mulai dari pinjaman skala kecil, hingga sekarang miliar rupiah,” katanya.

Ridy mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan kemajuan yang dialami Asep hingga mampu melakukan ekspansi usaha dari awalnya usaha tahu rumahan.

Dengan perjalanan yang panjang dan riwayat jatuh bangun, saling percaya antara bank, mitra strategis, dan anggotanya menjadi kunci dari keberhasilan Bank Sampoerna mengantarkan pelaku UMKM seperti Asep untuk berkembang dan bertumbuh.

Pihaknya sangat terkesan dengan perjuangan Asep yang dinilai sosok pelaku usaha yang pandai dalam mengatur dan mengelola keuangan.

Ia bisa mengoptimalkan aset, pinjaman, dan arus kas dari berbagai usaha yang dimiliki.

“Apalagi, dengan adanya pabrik tahu ini, Asep dapat menghidupi sekitar 20-30 karyawan dan mata rantai usaha lainnya,” katanya.

Asep menambahkan, pihaknya tidak akan pernah melupakan kontribusi Bank Sampoerna terhadap perkembangan usahanya.

“Bank Sampoerna adalah sahabat lama yang akan terus menjadi mitra bagi usaha kami,” tegas dia.

Leave a Comment