JAKARTA (Pos Sore) — Inspirasi datang dari Susianah Affandy, calon Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara saat menjalani uji Kompetensi.
Ia memperoleh nilai tertinggi dari para para peserta test di formasi Calon Direktur Pemberdayaan Masyarakat dalam uji Kompetensi.
Materi yang diberikan saat uji kompetensi antara lain penulisan makalah, paparan program kerja, asessesment kompetensi yang meliputi Tes Potensial Akademik, Leadership Group Discussion, wawancara, dan rekam jejak.
Rekam jejak kepemimpinan dan penyusunan paparan program kerja diberikan dalam bentuk tugas penulisan esai terstruktur yang dibuat oleh masing-masing peserta pada H-1 pelaksanaan uji kompetensi sebagaimana pengumuman panitia seleksi.
Pada tahapan ini, Susianah menunjukkan sebagai sosok yang pantang menyerah. Di tengah pekerjaan rutin kantor, ia harus menyiapkan materi setelah jam kerja selesai.
“Sebagai hamba beriman kita dilarang berputus asa dari rahmat Allah. Allah SWT yang memberikan kekuasaan kepada hambaNya yang dikehendaki maka memohonlah hanya kepadaNya,” kata sosok perempuan aktif ini.
Pengalaman inspirasi pantang menyerah dari sosok Susianah Affandy dibagikan melalui akun media sosial FB Susianah Affandy.
Tidak menyerah
Malam itu saya harus membuat paparan dan esai sebagai bagian dari uji kompetensi. Jam 22.00 WIB keyboard laptop rusak, ada 4 tombol tak berfungsi. Mikir cepat apa yg harus dilakukan. Posisi saya jauh di ujung Jakarta Timur. Mau pinjam laptop teman, akan menghabiskan waktu di jalan dan pastinya lelah sedangkan besok jam 08.00 Uji Kompetensi. Mau minta seorang kader mengirim laptop juga akan menghabiskan waktu karena posisi diujung Jakarta.
Saya tetap mengetik dengan susah payah karena tombol huruf yg tidak berfungsi terpaksa menggunakan digital keyboard dan itu sangat melelahkan. Sampai pukul 02.30, satu tugas belum selesai. Saya harus istirahat agar badan tidak lelah esok hari. Sebelum tidur, saya kirim pesan WA ke staff Kantor agar besok pagi jam 07.00 membawakan laptop ke lokasi Uji Kompetensi.
Pagi hari hujan sangat lebat sehingga staff terlambat datang. Saya hanya punya waktu 10 menit untuk membuat paparan. Fokus dan memohon kepada-Nya, alhamdulillah selesai. Hari itu uji Kompetensi dari pagi sampai sore. Kaget terkejut, saat pengumuman saya mendapatkan nilai tertinggi.
Andai putus asa dan menyerah, dunia tidak akan menuliskan sejarah bagi anak bangsa
NB: Hey bagi penyuka jalan pintas pasti akan menyesalkan keputusan saya mengapa tidak minta tolong orang lain untuk membuatkan paparan dan esai. Mohon dicatat itu gaya para kolonial dan kaum feodal yang memiliki kuasa di mana seorang pejabat dibiarkan bodoh karena semuanya di buatkan oleh staff bukan hasil pemikiran pemimpin
