16.1 C
New York
23/04/2026
AktualNasional

Jadi Jati Diri Bangsa, ANRI Ajak Media Massa Eksplorasi Arsip

JAKARTA (Pos Sore) — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan Media Gathering bertema “Ngopi Bareng: Eksplorasi Arsip: Potensi, Strategi dan Tips”, Kamis 8 Desember 2022 malam, di Teras Budhe, Jakarta Selatan.

Acara dikemas dalam bentuk bincang-bincang santai. Dihadiri oleh sekitar 20 undangan yang berasal dari berbagai media massa.

Kegiatan ini sebagai upaya dalam menyampaikan urgensi di bidang kearsipan untuk organisasi maupun memori kolektif. Selain itu, memberikan sosialisasi gambaran umum khazanah arsip statis yang dilestarikan ANRI.

Hadir sebagai narasumber Kepala ANRI, Imam Gunarto, anggota Komisi II DPR RI, Rifqinizami Karsayuda serta Pemerhati Sejarah dan Kearsipan, Asep Kambali.

Imam Gunarto menyampaikan sebagai lembaga kearsipan nasional, ANRI
mengemban tugas dalam melestarikan Arsip Statis yang memiliki nilai guna
kesejarahan dan pertanggungjawaban nasional.

Berkaitan dengan pelestarian Arsip Statis, ANRI memiliki potensi yang sangat besar sebagai pusat informasi perjalanan bangsa sebagai memori kolektif dan tulang punggung jati diri Bangsa Indonesia.

Potensi ini harus dikelola dengan baik agar dapat tersalurkan secara optimal kepada masyarakat sebagai penerima manfaat dari warisan dokumenter ini.

Informasi dan pengetahuan tentang sejarah perjalanan dan memori kolektif bangsa yang terkandung dalam Arsip, tersimpan dalam berbagai media.

Meliputi media konvensional sampai dengan media baru yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan informasi dalam jumlah yang melimpah.

Meski informasi yang disimpan ANRI berkaitan dengan masa lalu, namun hal tersebut menjadi bukti autentik atas informasi sejarah yang harus diketahui oleh generasi muda.

Karena itu, sebagai pemerintah melalui ANRI memiliki tugas dalam publikasi dan pemanfaatan Arsip Statis untuk kepentingan masyarakat dalam berbagai kemasan yang mengikuti perkembangan zaman.

“Agar mampu menyajikan arsip dengan tema-tema publik yang menarik dan
diminati masyarakat, penting bagi ANRI untuk membangun hubungan dan
menjaring aspirasi dengan media massa sebagai upaya internalisasi urgensi bidang kearsipan di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, publikasi melalui media massa
mengenai kearsipan juga memiliki relevansi dengan salah satu fungsi media massa, yakni penyebaran nilai-nilai (transmission of value) jati diri bangsa Indonesia, dalam hal ini yang terkandung dalam arsip statis.

Pada media gathering kali ini, ANRI akan menitikberatkan pada menjaring
aspirasi media massa (potensi, startegi, dan tips) dalam memanfaatkankhazanah arsip statis yang dapat dituangkan dalam karya jurnalistik.

Dalam kesempatan itu, Imam Gunarto mengajak kepada media yang hadir untuk memanfaatkan arsip dengan sebaik-baiknya sebagai sarana mengedukasi dan memberikan informasi yang mencerahkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Rifqinizami menyampaikan ANRI memiliki anggaran yang kecil jika dibandingkan dengan jangkauan tugasnya. ANRI memiliki persoalan mencari arsip yang kita tahu arsip tersebut ada tapi tidak diketahui keberadaannya.

“Salah satu tugasnya, ANRI terus berupaya untuk mencari dan melakukan akuisisi terhadap arsip tersebut,” ujarnya.

Selain itu ANRI berperan menggandeng setiap instansi untuk mengklasifikasikan arsip sesuai dengan level nasional, kota maupun kabupaten.

“Ke depan harapannya dukungan budgeting untuk ANRI lebih memungkinkan untuk mengakomodir tugas-tugas tersebut,” katanya.

Ia juga berterima kasih kepada media yang menggunakaan source murni dari ANRI. Ke depan diharapkan bagaimana cara media dalam mengemas acara-acara yang menggunakan arsip sebagai sumber menjadi kemasan yang menarik minat dan kesadaran masyarakat terhadap arsip.

“Komisi II akan terus bergotong royong untuk mensuport kearsipan dan ANRI,” tandasnya.

Asep Kambali menyampaikan ANRI menyimpan aset negara yang menjadi bukti bahwa negara Indonesia ada. ANRI menyimpan setiap rekam peristiwa bagaimana Indonesia didirikan.

Selain itu, ia menyampaikan pada kegiatan jumpa komunitas pada 6 Desember 2022 sebanyak 66 komunitas kesejarahan telah membentuk jaringan komunitas #sahabatarsip yang dipayungi oleh ANRI.

Komunitas ini berkomitmen untuk mendukung dan menjadi bagian dalam meningkatkan penyelenggaraan kearsipan di tingkat pusat dan daerah.

Selain itu, mendukung optimalisasi program pemanfaatan khazanah arsip di lembaga kearsipan yang lebih edukatif, kreatif, dan komunikatif bagi masyarakat.

Arsip penanganan Covid-19

Dalam kesempatan ini juga membahas tentang bagaimana ANRI menyelamatkan arsip penanganan pandemi Covid-19. Adapun arsip penanganan pandemi covid-19 yang telah diselamatkan sekitar 7800-an arsip yang telah diakuisisi dari 18 lembaga.

Imam Gunarto mengatakan ANRI juga mendorong penyelamatan dan pengelolaan arsip terkait riset-riset mengenai vaksin Merah Putih untuk Covid-19.

“Arsip mengenai riset vaksin diharapkan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” katanya.

Saat ini, ANRI siap menerima arsip penanganan pandemi dari kementerian dan lembaga. Langkah tersebut, tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19.

Kepala ANRI mengatakan arsip penanganan Covid-19 akan menjadi warisan yang sangat berharga dan berguna di masa yang akan datang.

“Hal ini dimaksudkan agar generasi mendatang tidak kesulitan dalam mendapatkan informasi-informasi, khususnya informasi terkait penanganan pandemi,” kata Imam Gunarto.

Imam Gunarto juga menekakan riset dan inovasi akan dapat mendukung optimalisasi tata kelola kearsipan. Karena itu, ANRI akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan melalui riset dan inovasi.

Terkait hal itu, kata Imam, beberapa waktu yang lalu ANRI telah menandatangani Nota Kesepahaman Kearsipan di bidang Riset dan Inovasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kerja sama bertujuan untuk membentuk kerangka kerja sama yang sinergis dalam rangka meningkatkan dan memanfaatkan peran masing-masing pihak secara optimal di bidang kearsipan, riset dan inovasi.

Bagaimana pun arsip merupakan suatu hal yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Pada saat ini khasanah atau kekayaan bangsa Indonesia yang berupa arsip secara nasional tersimpan di ANRI.

Dia menambahkan arsip adalah salah satu warisan budaya bangsa yang berperan penting dalam upaya membangun memori kolektif bangsa.

Pada akhirnya, acara ini penting bagi ANRI untuk membangun hubungan dan menjaring aspirasi dengan media massa sebagai sebuah upaya internalisasi urgensi bidang kearsipan di masyarakat.

Leave a Comment