18/04/2026
AktualKesraNasional

Susianah Affandy Raih Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia 2022

JAKARTA (Pos Sore) — Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) yang diketuai Ingrid Kansil, menganugerahkan Susianah Affandy sebagai Perempuan Inspirasi Indonesia bersama tokoh perempuan nasional lainnya.

Piagam Penghargaan diberikan oleh Dr. Lestari Moerdijat, MM Wakil Ketua MPR RI, Rabu 7 Desember 2022, di Kementerian Perindustrian.

Bisa jadi, ia terpilih karena kiprahnya dalam memajukan perempuan dan anak di Indonesia. Berbagai promosi jabatan yang diraihnya menjadikan dirinya sosok yang menginspirasi.

Bagi Susianah Affandy sendiri, tahun 2022 ini adalah pintu gerbang kepemimpinan nasional. Di tahun ini, Susianah mendapatkan banyak promosi kepemimpinan nasional, bahkan internasional.

Pertama, ia terpilih sebagai Sustainable Development Advisor pada General Assembly International Council Of Women yang diselenggarakan pada 15-23 Mei 2022 di Avignon Perancis.

Terpilihnya Susianah melalui aklamasi dalam pemilihan Standing Committee Organisasi International Council Of Women yang dihadiri 81 negara.

Kedua, pada 15 Juni 2022 ia mendapatkan promosi jabatan sebagai Tenaga Ahli Sekretariat Wakil Presiden RI setelah melalui seleksi terbuka.

Ketiga, pada 14 Agustus 2022 ia berhasil lulus dalam Promosi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional.

Usai purna sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susianah tetap menekuni dan mengabdi dalam perlindungan anak, khususnya pada bidang kesehatan.

Sebagai Tenaga Ahli Sekretariat Wakil Presiden RI, ia memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan advokasi dan Koordinasi Penggerakan Lapangan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat.

Menjabat sebagai Tenaga Ahli TPPS Sekretariat Wakil Presiden, Susianah berhasil menjalankan peran kepemimpinan di tingkat nasional sehingga dapat menggerakkan multisektor dalam percepatan penurunan stunting.

Susianah Affandi (kanan) saat menerima Piagam Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia 2022.

Dalam tugasnya, ia telah berhasil menyusun skenario dan strategi koordinasi, konvergensi dan sinkronisasi dari berbagai program/kegiatan percepatan penurunan stunting yang tersebar di Kementerian/Lembaga.

Susianah juga menyusun skenario dan strategi konvergensi, advokasi dan pengawalan pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di tingkat daerah dan lini lapangan.

Sebagai Tokoh Perempuan yang pakar di bidang kepemimpinan dan penggerakan masyarakat, Susianah telah berhasil menyusun skenario penggerakan potensi, modal sosial dan kearifan local dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kiprahnya di masyarakat berjalan linier dengan program studi yang digelutinya selama pendidikan Sarjana yakni Pengembangan Masyarakat Islam.

Begitu pula dengan program studi jenjang magiser Sosiologi Pedesaan IPB. Itu yany membuatnya dapat menggerakkan kelembagaan masyarakat yang ada di desa dalam percepaan penurunan stunting.

Dalam implementasi di lapangan, Susianah dapat mengintegrasikan potensi masyarakat dengan program Pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.

Semangat konvergensi sebagaimana mandat Perpres 72 tahun 2021 ia jewantahkan dalam kebijakan Organisasi Kemasyarakatan.

Misalnya, sebagai Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Susianah memimpin langsung program penggerakan lini lapangan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Cegah Stunting seluruh Indonesia.

Ia memimpin langsung program dan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk mencapai terwujudnya pilar kedua yakni pilar perubahan perilaku.

Para pemimpin Organisasi Perempuan di tingkat nasional, propinsi dan Kabupaten/Kota ia bekali dengan materi-materi penggerakan lapangan dalam layanan gizi spesifik dan sensitif.

Selain itu, sebagai wujud komitmen dalam menyosong Indonesia Emas Tahun 2045 dan untuk melahirkan generasi dengan kualitas SDM unggul bebas stunting, ia menggerakkan Organisasi Perempuan melakukan penggerakan lini lapangan.

Pertama berpartisipasi aktif dalam penguatan kesejahteraan keluarga dengan kelompok sasaran Calon Pengantin, Ibu hamil, Ibu Pasca Salin dan anak Baduta melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan dan pengasuhan anak berbasis keluarga.

Kedua, bersama-sama organisasi perempuan mendukung dan berpartipasi dalam upaya perlindungan Ibu dan Anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui tata laksana intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam layanan kesehatan dasar dan layanan sosial binaan organisasi.

Ketiga, bekerjasama dengan sektor-sektor kesehatan, layanan sosial, Tokoh Agama, dunia usaha, akademisi di tingkat desa untuk memastikan Keluarga Beresiko Stunting mendapatkan rujukan sebagaimana ketentuan perundangan yang berlaku.

Leave a Comment