19/04/2026
AktualKesraNasional

Menteri PPPA Dorong Organisasi Agama Ambil Peran dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mendorong pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi dapat diupayakan berbagai pihak. Salah satunya oleh organisasi keagamaan.

Melalui pemberdayaan ekonomi, Menteri PPPA optimis dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan perempuan dan lingkungannya.

​Menurutnya, kekuatan ekonomi perempuan menjadi sumber untuk memperkuat diri dalam meningkatkan kualitas dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kekuatan ekonomi mampu memberikan pemulihan.

Terutama bagi para perempuan pra-sejahtera dan perempuan kepala keluarga yang harus menjadi tiang penyangga ekonomi keluarga.

“Karena itu, mereka sangat memerlukan dukungan kita sesama kaum perempuan, sehingga mereka dapat terus mengembangkan potensinya,” tutur Menteri Bintang, Sabtu 26 November 2022.

Menteri mengemukan hal tersebut saat memberikan sambutan Musyawarah Nasional V Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), yang juga dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, I Nengah Duija.

Adapun munas tersebut bertemakan ‘Menjadi Wanita Tangguh dan Berdaya Saing, Turut Berpartisipasi dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa’.

​Menteri PPPA menegaskan isu pemberdayaan perempuan dalam ekonomi, khususnya melalui kewirausahaan yang berperspektif gender merupakan hulu dari berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan.

“Ini juga menjadi salah satu isu prioritas KemenPPPA yang diamanatkan oleh presiden,” ujarnya.

​KemenPPPA turut mendorong kerja kolaboratif berbagai pihak. Salah satunya melalui organisasi keagamaan dalam mengembangkan potensi perempuan di sektor ekonomi dan mengentaskan berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan.

​Keberadaan Wanita Hindu Dharma Indonesia dan kiprahnya yang menyebar dari pusat hingga ke daerah, telah memberikan warna tersendiri bagi keberadaan perempuan di kancah nasional maupun daerah.

“Sebagai menteri yang beragama Hindu, saya ingin mengajak segenap tokoh Hindu dan umat se-Dharma di manapun berada, untuk berkontribusi nyata menyelesaikan segala permasalahan perempuan dan anak di desa-desa dan di perkotaan,” katanya.

​Menteri PPPA menyampaikan, membantu para perempuan yang lemah dan rentan untuk dapat mengenali potensi akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

Jika perempuan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan keahliannya, mereka akan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya dan dapat menghapus ketimpangan sosial.

​“Musyawarah ini merupakan kesempatan yang baik untuk kita berefleksi, seraya memetakan potensi dan kekuatan perempuan yang ingin kita upayakan,” katanya.

Forum Wanita Hindu Dharma ini diharapkan mampu menyuarakan pendapat-pendapat yang bermanfaat seraya mengaplikasikan ajaran Tri Kaya Parisudha yaitu berpikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. WHDI sendiri adalah organisasi anggota Kowani — organisasi federasi tertua dan terbesar di Indonesia dan dunia.

Dalam arahannya, Giwo menyampaikan, kedudukan wanita Hindu dalam kitab suci Weda, sangat terhormat. Sejajar dengan kedudukan laki laki sebagai pasangan yang harmonis.

“Karena itu, kita harus mampu mengembangkan potensi dan swadharma dengan baik sebagai Ibu Bangsa yang religius,” ujar Giwo.

Ia juga yakin melalui wadah organisasi WHDI mampu menciptakan dan meningkatkan perempuan-perempuan Indonesia yang cerdas.

Giwo juga berharap melalui munas ini dapat menghasilkan karya nyata yang bukan hanya bermanfaat bagi organisasi tetapi juga lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.

Leave a Comment