6.4 C
New York
03/05/2026
AktualEkonomi

Prudential Syariah Hadirkan “Sharia Knowledge Centre”

JAKARTA (Pos Sore) — Setelah resmi berdiri sebagai entitas mandiri, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) terus berkomitmen untuk mendorong kemajuan perekonomian syariah.

Kali ini dengah menghadirkan Syariah Knowledge Centre (SKC) yang dapat diakses di www.shariaknowledgecentre.id.

Sebagai inovasi yang menandai milestone besar Prudential Syariah, SKC menjadi kanal yang didedikasikan untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah masyarakat Indonesia.

“Selain itu, memjadi medium kolaborasi seputar perekonomian dan keuangan syariah,” kata Omar Sjawaldy Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah, Selasa 27 September 2022, di Jakarta.

Ia menjelaskan, selain bertanggung jawab melayani dan melindungi lebih dari 500.000 peserta, Prudential Syariah juga bertanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia.

“Kami melihat meski potensi perekonomian syariah sangat besar, masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama. Contohnya, literasi keuangan syariah yang masih rendah, yaitu 8,93%,” katanya.

Karena itu, selain menyediakan inovasi solusi perlindungan berbasis syariah yang sesuai hati, Prudential Syariah juga menjalankan misi meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami percaya dibutuhkan peran dan partisipasi aktif seluruh pihak untuk menyukseskan misi ini. Kami menerjemahkan SKC sebagai wadah kolaborasi bersama pemerintah, regulator, pakar ekonomi syariah dan segenap pemain industri ekonomi syariah,” lanjutnya.

Bondan Margono, Head of Product Development Prudential Syariah, menambahkan, kanal khusus SKC dibagi menjadi empat bagian penting, yaitu Edukasi, Regulasi dan Data, Penelitian dan Pengembangan, serta Bincang Syariah.

Melalui SKC, pihaknya ingin berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi syariah.

Selain itu, memelopori lahirnya inovasi produk dan layanan berbasis syariah, memperkuat fondasi pertumbuhan asuransi jiwa syariah bersama segenap asosiasi.

“SKC menjadi pusat edukasi digital yang berperan sebagai rujukan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap perkembangan terkini perekonomian syariah,” katanya.

Menurutnya, Indonesia berada di kotak yang sangat strategis dalam perekonomian syariah global. Market size industri halalnya sangat besar, yaitu dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia (87% dari total populasi).

Bahkan dengan geliat perekonomian syariah yang begitu aktif, Indonesia adalah salah satu negara yang patut menjadi acuan dalam hal keuangan syariah.

Indonesia dinilai mampu terus bertahan dan berkembang serta menopang perekonomian nasional, meski di tengah pandemi Covid-19 yang menantang.

Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal dengan disertai peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah ataupun ketersediaan ragam pilihan produk-produk syariah.

Dalam kesempatan ini hadir Dr. Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif Komite Nasional Survei Nasional Literasi Keuangan OJK 2019 Ekonomi dan Keuangan Syariah (ME KNEKS).

Ia memaparkan, perekonomian syariah memiliki resiliensi yang baik dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Terlihat dari jumlah aset keuangan dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah yang terus meningkat. Begitu juga dengan pendapatan kontribusi unit usaha yang tumbuh 11,5% (yoy) di semester I 2022.

Meski demikian, pertumbuhannya masih belum optimal, seperti pangsa pasar asuransi syariah yang tercatat baru 5,3% di akhir 2021.

Tentunya berbagai tantangan harus diatasi agar perekonomian syariah dapat berkembang dengan pesat.

“Di antaranya terkait inklusi dan literasi, hingga diferensiasi produk-produk syariah yang masih sangat terbatas,” jelasnya.

Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si turut berkomentar. Katanya, sebagai lembaga pendidikan, IPB memikul tanggung jawab besar untuk ikut mengkampanyekan literasi perekonomian syariah.

Apalagi sumber daya manusia (SDM) yang memiliki latar belakang secara formal masih minim sekali, kira-kira hanya sekitar 10%.

“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan SDM unggul yang dapat memperkaya literatur perekonomian syariah dan siap menjadi agen perubahan yang kompeten dalam keseluruhan aktivitas ekonomi syariah.”

Selain melalui metode pembelajaran formal, pihaknya percaya literasi syariah perlu digalakkan di berbagai channel yang mudah diakses.

Dengan demikian, dapat menumbuhkan minat dan memudahkan masyarakat memanfaatkan seluruh produk dan layanan berbasis syariah.

Guna mendukung SKC berkontribusi dalam perekonomian syariah, di momen peluncuran ini, Prudential Syariah mengukuhkan kolaborasi dengan dua mitra pertamanya yaitu MEKNEKS dan IPB University yang disahkan melalui penandatanganan notakesepahaman (MoU).

Sejumlah program telah disiapkan untuk melalui SKC. Di antaranya materi pembelajaran ekonomi syariah, riset ekonomi syariah, forum dan acara ekonomi syariah, hingga berbagai kegiatan promosi dan aktivasi literasi keuangan syariah.

Emir menambahkan sokongan pemberdayaan digitalisasi secara tepat dan terukur penting dalam ekosistem perekonomian syariah.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif SKC karena dapat menjadi sarana yang menghubungkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan eksistensi SKC, kami berharap dapat terus menjadi bagian dari pertumbuhan perekonomian syariah. Hal tersebut selaras dengan aspirasi kami,” katanya.

Yaitu aspirasi untuk membantu masyarakat Indonesia hidup lebih sejahtera, menjadi salah satu kontributor ekonomi syariah terkemuka di Indonesia, sekaligus mendukung visi pemerintah agar Indonesia menjadipusat ekonomi Syariah global.

Leave a Comment