SEMARANG (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengajak perempuan Indonesia untuk dapat bersama–sama mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah dunia melalui Kebaya.
Menurutnya, dengan berkebaya menjadi salah satu kekuatan perempuan untuk membangun kebudayaan dan meningkatkan jati diri bangsa Indonesia.
Selama ini, perempuan Indonesia menggunakan kebaya hampir di semua kesempatan. Baik acara resmi, acara adat dan budaya maupun kegiatan sosial sehari-hari.
Kebaya adalah pakaian yang pantas dipakai untuk segala kesempatan. Menteri melihat sesungguhnya busana nasional kebaya adalah kekuatan kaum perempuan Indonesia.
“Kekuatan untuk mempertinggi perannya dalam membangun kebudayaan bangsa dan memuliakan jati diri bangsa,” kata Menteri PPPA dalam acara Parade Kebaya “Kelana Busana Berbudaya” di Semarang, pada Sabtu (2/7).
Menteri PPPA mengajak perempuan Indonesia saling membahu, bergotong royong, dan bersolidaritas untuk mendukung dan melestarikan kebaya. Ajakan ini untuk mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah peradaban dunia.
Bintang menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Semarang, Kebaya Foundation dan pihak-pihak lainnya, yang sudah menggagas kegiatan ini.
Dengan kegiatan ini telah turut mendukung, memperkuat dan ikut meyakinkan perempuan Indonesia untuk bersama-sama menumbuhkan kebanggaan pada buatan Indonesia.
Ia berharap, seluruh perempuan yang hadir dalam acara tersebut dapat terus mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal. Karena, akan bermanfaat bagi pelestarian dan pembentukan ekosistem budaya.
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan pada abad ke 18–19, kebaya telah dipakai oleh semua wanita di Indonesia. Jemudian Bung Karno pada era kemerdekaan mencanangkan kebaya sebagai baju nasional Indonesia.
Karena itu, Hendrar mengajak perempuan Indonesia untuk dapat kembali mengagungkan dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia, yaitu busana kebaya.
Sementara itu, Ketua Tim Nasional Kebaya, Lana T. Koencoro menyampaikan Parade Kebaya ini bertujuan untuk menyosialisasikan penggunaan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.
“Sebagai warisan bangsa, sudah selayaknya masyarakat Indonesia ikut mempertahankan dan melestarikan kebaya,” kata Lana.
Kegiatan Parade Kebaya ini dihadiri dan didukung oleh berbagai komunitas dan juga pegiat budaya, pekerja seni, perwakilan pelajar, organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, juga ditandai dengan penandatanganaan surat dukungan pengajuan Hari Kebaya Nasional menuju UNESCO.
Kegiatan serupa juga akan dilakukan dan akan diikuti oleh berbagai daerah lainnya yang tentunya akan disesuaikan dengan kearifan lokal setempat.
Disampaikan, penetapan Hari Kebaya Nasional akan diajukan oleh tim nasional kepada pemerintah sebagai upaya pelestarian kebaya.
Untuk itu, berbagai langkah persiapan terus dilakukan seperti mengajak sebanyak mungkin komunitas untuk ikut bergabung.
