JAKARTA (Pos Sore) — Million Dollar Round Table (MDRT) Indonesia kembali menyelenggarakan MDRT Day Indonesia 2022 pada 28 Juli 2022. Tahun ini mengangkat tema Together We Rise dengan konsep hybrid event (offline dan online).
MDRT Day Indonesia sendiri adalah kegiatan seminar yang inspiratif. Kegiatan yang selalu dinantikan oleh agen asuransi jiwa yang ingin berkembang menjadi agen bertaraf Internasional.
Seminar yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk terus mendorong profesionalisme agen asuransi melalui peningkatan kompetensi.
Tidak saja berdampak pada produktivitas tetapi juga meningkatkan kapasitas agen asuransi sebagai financial planner yang handal di sektor asuransi dan dapat bersaing sebagai advisor di pasar keuangan global.
Setiap tahun jumlah anggota MDRT di Indonesia terus bertumbuh seiring dengan makin meningkatnya kesadaran para agen asuransi untuk terus meningkatkan kompetensinya sebagai advisor keuangan.
Di tengah kondisi pandemi jumlah anggota MDRT Indonesia mengalami peningkatan. Saat ini jumlah anggota MDRT Indonesia mencapai 2.643 anggota untuk tahun 2022
“Tentu jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah agen asuransi jiwa yang saat ini mencapai lebih dari 600 ribu agen tersertifikasi,” kata Dedy Setio, Country Chair MDRT Indonesia pada konferensi pers MDRT Day Indonesia 2022 di Jakarta, 28 Juni 2022.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada kuartal pertama tahun 2022 menyebutkan, jumlah agen asuransi jiwa atau tenaga pemasar lebih dari 600 ribu orang.
Dari angka itu, sebanyak 90% lebih berasal dari saluran keagenan. Hal ini menunjukkan penetrasi asuransi jiwa sangat bertumpu pada agen.
Dengan pertumbuhan jumlah agen berlisensi itu, Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, menegaskan, keanggotaan MDRT Indonesia pun akan meningkat.
Asosiasi akan terus mendorong pertumbuhan anggota MDRT Indonesia untuk sejalan dengan pertumbuhan jumlah agen asuransi jiwa secara keseluruhan.
Profesi Agen Semakin Dikenal Masyarakat
Togar berharap dengan adanya MDRT, profesi agen semakin dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini, semakin banyak orang menekuni profesi sebagai Agen Asuransi Jiwa. Tidak terkecuali anak muda atau kalangan milenial.
Menurutnya, agen asuransi jiwa sudah mulai dicari oleh masyarakat sebagai pendamping dalam memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan keluarga serta dilirik sebagai peluang karir yang menjanjikan.
AAJI mengingatkan seluruh tenaga pemasar untuk tidak melakukan pembajakan agen/poaching, twisting, mis-selling dan praktik-praktik penjualan yang melanggar etika.
“Rekrutlah tenaga-tenaga pemasar baru dari luar industri agar profesi ini semakin dikenal luas” ujar Togar dalam kesempatan yang sama.
AAJI optimistis semakin banyak jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia akan mendongkrak tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai perlindungan jangka panjang.
Terbukti berdasarkan Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa pada kuartal I-2022, total keseluruhan polis meningkat 17,4% sebesar 20,87 juta polis. Sementara, jumlah tertanggung bertambah lebih dari 11 juta orang atau tumbuh sebesar 18,1%.
Hasil ini menjadikan industri asuransi jiwa secara keseluruhan memberikan perlindungan kepada 75,45 juta orang dengan total uang pertanggungan Rp 4.245,01 triliun.
AAJI juga mencatat pendapatan premi sebesar Rp48,99 triliun. Secara lebih rinci, pendapatan premi reguler (weighted) mendominasi 91,6% total pendapatan premi yang menunjukan shifting preferensi unsur proteksi dari produk asuransi jiwa.
Pendapatan premi pada lini bisnis asuransi jiwa syariah juga menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan premi unit usaha syariah tumbuh 18,2%.
Itu menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk memiliki asuransi syariah yang mengedepankan prinsip tolong menolong dan saling melindungi antar nasabah.
Togar menjelaskan masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya fungsi proteksi yang diberikan oleh industri asuransi jiwa. Terlihat dari perolehan premi regular yang mendominasi total pendapatan premi dan adanya peningkatan jumlah tertanggung.
Dominasi pendapatan premi regular dan peningkatan jumlah tertanggung mengindikasikan semakin banyak masyarakat Indonesia menyadari pentingnya asuransi jiwa sebagai proteksi. Khususnya dari middle dan low income.
“Kami optimis sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional, daya beli masyarakat juga dapat kembali pulih. Sehingga industri dapat memberikan manfaat perlindungan yang lebih optimal kepada masyarakat Indonesia,” jelas Togar.
Karena itu, kata Togar, perusahaan asuransi jiwa perlu memberikan dukungan penuh bagi perkembangan agen asuransi jiwa di tanah air.
Caranya, melalui peningkatan kapasitas maupun pemberian apresiasi yang setinggi-tingginya sebagai upaya untuk terus memotivasi kinerja yang lebih baik lagi.
Dedy Setio, Country Chair MDRT Indonesia mengatakan, peningkatan kinerja industri asuransi jiwa semakin liquid di masa pandemi. Untuk tahun 2023 pihaknya optimis jumlah anggota MDRT Indonesia dapat mencapai 3.000 member.
Dia berharap, dengan meningkatnya jumlah agen MDRT di Indonesia maka akan semakin banyak agen-agen asuransi bertaraf internasional, sehingga akan meningkatkan kualitas agen asuransi di Indonesia.
Dengan meningkatnya kualitas agen asuransi maka nasabahpun akan mendapatkan pelayanan yang sangat profesional sesuai code of ethics MDRT.
“Jadi tantangan kami adalah meningkatkan jumlah anggota MDRT dan menularkan spirit MDRT agar semakin banyak agen asuransi yang berpredikat MDRT sehingga nasabah dapat terlayani dengan baik,” jelas Dedy.
Adapun untuk menjadi anggota MDRT, seorang agen asuransi perlu mengantongi target premi tahun pertama sebesar Rp. 523.933.800.
Sementara itu, untuk masuk ke dalam kualifikasi yang lebih tinggi yakni Court of The Table (COT) dan Top of The Table (TOT), seorang agen harus mengumpulkan premi masing-masing sebesar Rp. 1.571.801.400 (3 x MDRT) dan Rp. 3.143.602.800 (6x MDRT) per tahun.
MDRT Day Indonesia 2022
Committee Chair of MDRT Day Indonesia 2022, Kennedy Sumarlie, menjelaskan,
tema “Together We Rise” digambarkan seperti balon udara yang sedang mengudara terus melambung tinggi ke atas.
“Harapannya, tahun ini tentu kita semua bisa bangkit dan berkarya kembali secara lebih maksimal,” papar
MDRT Day Indonesia pertama kali dilaksanakan secara hybrid setelah masa pandemi yang menggunakan konsep Round Table (Meja Bundar). Ini sesuai dengan filosofi MDRT (Million Dollar Round Table) saat pertama kali berkumpul menggunakan Meja Bundar di Amerika pada 1927.
Dengan diselenggarakan secara hybrid tetap bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia yang selama ini terkendala jarak dan biaya untuk dapat hadir.
Setiap tahun antusiasme para agen asuransi dalam menghadiri seminar MDRT Day Indonesia selalu tinggi. Maka tahun ini dengan konsep hybrid, diharapkan peserta online dapat mencapai 6.000 peserta, dan peserta offline ditargetkan hanya 200 peserta.
MDRT tidak hanya mengenai produksi pribadi (personal selling), tapi mengajarkan mengenai leadership sebagai bagian dari karir. Karena itu, seminar ini juga terbuka untuk diikuti semua lapisan masyarakat.
Adapun pembicara dalam MDRT Day Indonesia 2022 sebagian besar para agen profesional yang telah menjadi anggota MDRT lebih dari 10 tahun, baik pembicara lokal maupun internasional.
Untuk main platform menghadirkan 6 pembicara di antaranya Carol Kheng, Sekretaris Komite Eksekutif MDRT Global 2022, Private Wealth Consultant terkhusus untuk perencanaan estate planning terutama bagi high-net-worth individuals.
Ada juga Sandro Forte, TOT member selama 25 tahun, penulis buku terlaris “Dare to be Different” dan telah banyak membantu banyak perencana keuangan di lebih dari 80 negara berhasil dengan pendekatan yang unik.
Pembicara lainnya, Felicia Putri Tjiasaka, seorang investment storyteller and analyst di industri pasar modal selama kurang lebih 5 tahun. Ia juga content creator dan co-founder ternakuang.id dengan fokus meningkatkan literasi keuangan dan mendukung financial independence masyarakat Indonesia.
Ada lagi, yaitu Ferdie Darmawan, seorang financial entrepreneur, best-selling author dari buku “Investor Sibuk”. Pemilik bisnis digital insurance agency dengan omset tahunan lebih dari Rp. 100 miliar dan lebih dari 5.000 partner distribusi di seluruh Indonesia.
Banyak lagi pembicara-pembicara top lainnya. Karena itu, sangat sayang untuk dilewatkan.
Harga tiket sebesar Rp 1.250.000 untuk peserta Offline, dan Rp 320.000 untuk peserta Online. Pendaftaran dan registrasi sudah dibuka dan bisa diakses langsung melalui Loket.com.
