17 C
New York
19/04/2026
AktualNasional

Literasi Digital Berdampak pada Perkembangan Ekonomi di Tanah Air

JAKARTA (Pos Sore) — Literasi digital bukan hanya mencakup kemampuan diri dalam mencari atau membaca informasi di internet.

Melainkan juga menjadi proses manusia dalam berpikir secara kritis untuk mengelola, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang didapat dari berbagai sumber digital secara benar, cermat, beretika, dan penuh tanggung jawab. 

Selain untuk meningkatkan kecakapan para pengguna dalam mengakses dunia maya, literasi digital ini juga dapat berdampak pada beragam sektor. Salah satunya, yakni dalam hal perkembangan ekonomi di Tanah Air.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Yan Permenas Mandenas S.Sos., M.Si mengungkapkan, literasi digital memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi.

Hal itu bukan hanya isapan jempol semata, namun faktanya literasi digital ini telah berdampak signifikan terhadap peningkatan nilai ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di tahun 2017, kontribuasi pasar digital terhadap pruduk domestik kurang lebih 4 persen,

Pada 2017/2018 meningkat menjadi 10 persen, pada 2019 4,28 persen, kontrubusi pasar digital pada 2020 turun menjadi 4 persen karena pandemi Covid-19.

“Sekarang di 2021 meningkat 5,1 persen,” paparnya dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator yang mengusung tema “Dampak Literasi Digital Terhadap Perkembangan Ekonomi”, Senin 13 Juni 2022.

Kendati demikian, Ia menilai tetap saja terdapat tantangan dalam dunia ekonomi digital ini.

Antara lain, belum terjaminnya keamanan siber dan perlindungan data peribadi, masih minimnya sumberdaya manusia dengan literasi digital yang memadai, dan regulasi yang belum mengikuti perkembangan teknologi,” paparnya.

Kemudian di sisi lain, lanjut Yan, dampak positif yang dapat dirasakan adalah mampu meningkatkan produktifitas industri.

Pertumbuhan ekonomi juga akan semakin meningkat, pelaku usaha akan mengeluarkan dana lebih sedikit dikarenakan biaya operasional yang berkurang.

“Juga ekonomi yang semakin merata, transaksi perekonomian yang semakin cepat,” terangnya.

Senada dengannya, peneliti dan pengajar Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menambahkan, dampak positif digital terhadap ekonomi ini mulai disadari sejak pandemi Covid-19 menghantam Indonesia.

Ekonomi digital memang memiliki dampak siginifikan terhadap pembangunan di Indonesia.

“Kita beruntung dan perlu bersyukur, karena memang Indonesia keberadaan TI ini akan memberikan kontribusi terhadap PDB kita dan jumlah lapangan kerja,” ujarnya.

Berkat kerja keras pemerintah dan parlemen-parlemen yang ada, serta dukungan masyarakat ekonomi kita bisa tetap tanggung menghadapi serangan pandemi.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, menurut data yang Ia catat, ekonomi digital di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara.

“Nilai ekonominya di tahun 2021 tercatat sekitar USD70 miliar dan diperkirakan mampu mencapai USD146 miliar pada tahun 2025,” imbuhnya.

Sementara itu, pakar Ekonomi sekaligus Dosen di Universitas Nasional, Kumba Digdowiseiso, Ph.D menambahkan literasi dan keahlian digital merupakan suatu yang sangat penting dalam kehidupan.

Dari sisi lain di sektor bisnis akan lebih besar mengeksplor kesempatan yang pada akhirnya keahlian yang disebut dengan literasi digital mewakili aspek kunci dari perkembangan ekonomi yang suatu negara yang menyediakan kesempatan untuk melakukan transformasi digital,” terangnya.

Namun segala kemajuan itu, kata dia, harus diikuti pula oleh inovasi. Khususnya dalam menghasilkan produk.

“Yang dari sisi bisnis memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melakukan menginves di dalam inovasi tersebut,” katanya.

Namun perlu diketahui, kini masih banyak fenomana yang ada kita masih mengalami kesenjangan digital.

Tidak hanya terkait akses konektivitas saja tetapi juga kurangnya keterampilan dan kesempatan, serta memahami dalam menggunakan teknologi informasi itu sendiri.

“Sehingga sudah seharusnya kita mengenalkan literasi digital sejak dini kepada masyrakat dan harus melibatkan beberapa sektor swasta dan pihak lain untuk mengembangkan keterampilan literasi digital tersebut.”

Leave a Comment