18/04/2026
AktualPendidikan

Wisuda Institut STIAMI Angkatan ke-42, Pesan Rektor kepada 736 Wisudawan: Tetap Beradab, Unggul, Berprestasi

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 736 wisudawan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI semester ganjil Tahun Akademik 2021-2022 diwisuda, Rabu, 23 Maret 2022. Wisuda dilaksanakan melalui mekanisme Drive Thru di Taman Wiladika Cibubur, Jakarta Timur.

Adapun yang diwisuda yaitu 7 lulusan dari Program Vokasi, 522 lulusan Program Sarjana, dan 207 lulusan Program Pascasarjana. Ini menjadi wisuda ke-42 yang dihelat Institut STIAMI.

Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, dalam sambutannya menyampaikan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan.

“Juga membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

Menurutnya, salah satu potensi yang harus dikembangkan dan dibentuk di perguruan tinggi adalah kemampuan untuk berpikir kritis dalam rangka pembentukan watak peserta didik.

“Berpikir kritis adalah proses mental yang terorganisasikan dan berperan dalam proses mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Dikatakan, berpikir kritis mencakup kegiatan menganalisis dan menginterpretasikan data dalam kegiatan penemuan ilmiah.

Kompetensi berpikir kritis, membuat keputusan, memecahkan masalah, dan bernalar sangat dibutuhkan.

“Perguruan tinggi adalah tempat bersemainya pemikiran ktitis untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya.

Wisuda angkatan ke-42 ini mengangkat tema Beradab, Unggul dan Berprestasi guna memperingati Ulang Tahun Institut STIAMI yang ke-39.

Maksud dari tema ini sebagai upaya sungguh-sungguh mempersiapkan lulusan yang memiliki keluhuran akhlak mulia dengan berbasis kepada nilai-nilai ibadah, integrity dan inovasi.

Sehingga diharapkan memiliki keunggulan kompetitif dan dapat berprestasi dalam taraf nasional dan internasional melalui peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi atau Good University Governance (GUG).

GUG adalah suatu konsep yang menerapkan prinsip-prinsip dasar good governance seperti transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan.

“Prinsip yang perlu diterapkan oleh setiap perguruan tinggi yang tentu saja untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas,” katanya.

Rektor berpesan kepada para lulusan Institut STIAMI untuk tidak cepat berpuas diri dengan kemampuan yang sudah dimiliki saat ini.

Para wisudawan diminta untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas diri dengan selalu menjadi manusia pembelajar.

Selain itu, memiliki komitmen kuat untuk menjadikan nilai-nilai moral dan etika melalui nilai-nilai ibadah, integritas dan inovasi sebagai karakter yang mewarnai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam moment wisuda ini, Institut STIAMI juga mengukuhkan dosen mata kuliah Pengantar Ilmu ekonomi, Otonomi dan Pemerintah Daerah dan Administrasi Pembangunan Institut STIAMI Dr. Dadang Solihin, SE, MA sebagai Asosociate Professsor.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Paristiyanti Nurwardani berfoto bersama di sela wisuda Institut STIAMI

Pemerintah apresiasi capaian Institut STIAMI
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi
(LLDIKTI) Wilayah III Paristiyanti Nurwardani, yang hadir dalam wisuda ini mengapresiasi segala pencapaian yang diperoleh Institut STIAMI.

Menurutnya, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di wilayah III, Institut STIAMI telah memberikan kepeloporan yang luar biasa. Baik dalam bidang akademik maupun non akademik bagi perguruan tinggi swasta lain khususnya di wilayah III.

Paris menambahkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mencanangkan transformasi pendidikan tinggi melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Salah satu program unggulannya adalah perguruan tinggi dan dosen wajib memberikan fasilitasi kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi dan di luar perguruan tinggi antara 1 hingga 3 semester.

“Ternyata, Institut STIAMI mampu menghasilkan 16 mahasiswanya untuk ikut dalam program Magang Bersertifikat dan Studi Independen Bersertiifikat,” sebut Paris.

Paris menyampaikan untuk bisa lolos dan program Magang Bersertifikat dan Studi Independen Bersertifikat bukanlah masalah gampang.

Program yang digagas Menteri Nadiem tersebut hanya menyediakan 8000 kuota yang diperebutkan oleh 8,7 juta mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Itu artinya dosen-dosen Institut STIAMI hebat-hebat karena bisa membimbing mahasiswanya sehingga bisa tembus program nasional,” tandas Paris.

Paris mengapresiasi Institut STIAMI yang sangat aktif menggelar forum group discussion dan seminar baik nasional maupun internasional terkait pajak perguruan tinggi.

“Bahkan hasil FGD tersebut telah diserahkan kepada Kementerian Keuangan dan senator untuk dijadikan rekomendasi bagi kebijakan pajak perguruan tinggi,” ujarnya.

Kinerja Institut STIAMI dalam hal pengelolaan data juga diapresiasinya. Terlebih, berdasarkan monitoring terhadap Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Kemendikbudristek, Institut STIAMI menjadi satu dari 10 PTS yang ada di wilayah III yang aktif dan patuh mengisi PDPT ini.

“Jadi berbanggalah kalian para wisudawan yang sudah menuntut ilmu di Institut STIAMI ini,” tegas Paris.

Penyerahan kartu NPWP
Kepala Sekretariat Rektorat Dedy Kusna Utama S.Sos, MA, menambahkan, di moment wisuda ini, Institut STIAMI juga menyerahkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) kepada wisudawan.

Penyerahan NPWP bagi wisudawan tersebut disaksikan oleh Ketua LLDIKTI wilayah III Paristiyanti Nurwardani, jajaran pimpinan dan senat Institut STIAMI dan jajaran pimpinan Yayasan Ilomata.

“Ini dalam rangka meningkatkan kesadaran membayar pajak mengingat NPWP menjadi salah satu modal penting bagi para lulusan untuk memulai terjun ke dunia kerja terutama jika ingin menjadi wirausahawan,” katanya.

Jadi, katanya, meskipun belum memiliki penghasilan, tetapi lulusan Institut STIAMI sudah seharusnya memiliki NPWP. Karena kampus ini lahir dari kampus pajak dan bisnis.

Dengan memberikan NPWP kepada seluruh wisudawan, Institut STIAMI sekaligus mendorong lulusan untuk menjadi wirausaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Terlebih mata kuliah perpajakan menjadi mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa Institut STIAMI. Mata kuliah dengan bobot 3 SKS tersebut diberikan pada semua program studi.

“Jadi ketika di perguruan tinggi lain masalah pajak hanya menjadi sisipan pada mata kuliah dasar umum atau MKDU, maka kalau di Institut STIAMI diberikan dalam bentuk mata kuliah tersendiri,” katanya.

Wisuda ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Ilomata, Prof. Dr. Safri Nurmantu, M.Si, Ketua Pengurus Yayasan Ilomata, Drs. Amrullah Satoto, S.AB, M.A.

Selain itu, Ketua Senat Akademik Institut STIAMI, Prof. Dr. Muhammad Mulyadi, Ap, M.Si beserta Sekretaris dan Anggota Senat Institut STIAMI, dan Orator Ilmiah.

Leave a Comment