01/02/2026
AktualEkonomiGaya Hidup

Pameran Kain Tradisional Indonesia Kembali Digelar, Yuk Kunjungi Adiwastra Nusantara 2022

JAKARTA (Pos Sore) —
Adiwastra Nusantara 2022, kembali diselenggarakan, setelah vakum 2 tahun karena pandemi Covid-19.

Bagi masyarakat yang ini berburu kain tradisional Indonesia, kunjungi saja Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung pada 9-13 Februari 2022. Karena diadakan dalam suasana pandemi, maka protokol kesehatan Covid-19 tetap harus diberlakukan.

Pameran ini menampilkan berbagai kain tradisional berkualitas yang berasal dari berbagai penjuru nusantara. Dari Sabang sampai Merauke. Dari Barat sampai Timur. Lengkap.

Istilah wastra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti sehelai kain. Tidak hanya batik saja.

Dengan kata lain, wastra nusantara terdiri berbagai jenis kain tradisional lainnya yang berasal dari segala penjuru daerah di Indonesia. Ada kain tenun, kain songket, dan kain ulos.

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan kata sambutan secara virual. Ia mengapresiasi kegiatan yang dapat membangkitkan gairah pelaku UMKM yang menjadi peserta pameran ini untuk terus berinovasi.

“Kegiatan ini juga berkontribusi pada perekonomian nasional. Terlebih pameran ini menampilkan kain-kain tradisional di seluruh Indonesia,” kata menteri.

Menurutnya, dengan kekayaan khazanah tradisi lokal juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penguatan wawasan dan ideologi kebangsaan. Terlebih dalam setiap helai kain mengandung filosofi.

Ketua Harian Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Hajjah Tri Tito Karnavian sangat mendukung kegiatan pameran yang bertema “Citra Keberagaman Nusantara”. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut.

Kegiatan ini, menurut isteri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dapat mendukung kerajinan-kerajinan nasional, khususnya wastra.

Ia mengatakan, Indonesia kaya dengan kain tradisional dan hal ini tidak dimiliki negara lain. Jadi, dengan menggunakan kain tradisional, maka kebudayaan asli Indonesia akan semakin dikenal dunia.

“Kegiatan ini juga sebagai media promosi kain tenun dan batik. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia,” jelasnya yang didampingi Ketua Bidang Pendanaan Dekranas Elizabeth Thohir, isteri Menteri BUMN Erick Tjandra.

Peserta dari pameran ini tidak hanya para perajin wastra adati, tetapi juga para perancang busana dan produk kriya lainnya yang menggunakan dan memanfaatkannya sebagai bagian dari rancangannya

Meski wastra ini kuno, tapi mulai banyak peminatnya. Generasi milenial juga makin banyak yang mengenakan wastra karena motif kain tradisional saat ini pun sudah sangat beragam dan indah.

Bahkan model busananya pun tak sekadar resmi, tapi juga bergaya kasual. Karya kreatif anak bangsa ini akan lebih dihargai jika kita juga menghargainya.

Pegiat promosi kain adipati nusantara ini dimonitori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso. Menurutnya, Adiwastra Nusantara telah diselenggarakan sejak 2008.

Baginya, kain tradisional dari berbagai daerah di Nusantara adalah salah satu kekayaan budaya yang turut menyumbang pilar pengikat keindonesiaan.

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk lebih mendekatkan, dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kain-kain tersebut. Jadi, masyarakat tidak perlu pergi jauh-jauh ke daerah asalnya untuk mendapatkan wastra.

Di sini, beragam kain adati dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papau, lengkap dipamerkan di Adiwastra Nusantara 2022.

Adiwastra Nusantara 2022 ini bekerjasama dengan para pegiat, kolektor hingga generasi muda. Meski konsepnya lebih ke melineal, tapi tidak melupakan kekayaan dan budaya nusantara. Agar mereka semakin mencintai kebudayaan Indonesia.

Salah satu keunggulan kain-kain tradisional nusantara terletak pada nilai alaminya. Kain-kain tersebut dibuat dengan tangan, dan dioleh dengan pewarna alam.

Maka tidak heran jika harganya relatif mahal. Tapi, harga ini sepadan dengan kualitas dan keindahannya. Berdasarkan budaya lama yang sudah mengakar dan mengandung filosofi.

Pameran ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti peragaan busana, demo produk tenun, talkshow batik ramah lingkungan, hingga peluncuran buku.

Saat pembukaan pameran Adiwastra Nusantara 2022 tampil penyanyi Lea Simanjuntak bersama sejumlah model mengenakan selendang karya peserta lomba selendang Indonesia.

Panitia Penyelenggara Adi Wastra Nusantara 2022 Lalita Nerissa Soelarso, menambahkan, pihaknya mendatangkan langsung lebih dari 250 pengrajin yang tersebar dari Sabang hingga Marauke.

Mulai dari pengrajin kain dari Cirebon, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sumatera dihadirkan langsung ke acara pameran ini. Perajin dari Sumba, NTT didatangkan langsung untuk memamerkan hasil kerajinan tangannya.

Selain kain, Adi Wastra Nusantara 2022 juga menawarkan furniture dengan gaya-gaya etnik, aksesoris, dan berbagai macam selendang dari seluruh Indonesia.Harga yang ditawarkan beragam, dari Rp100 ribu hingga puluhan juta rupiah.

Lita menjelaskan, patokan harga biasanya tergantung dari kesulitan pembuatan. Berbeda dengan kain biasa, kain tradisional biasa dibuat hingga berbulan-bulan dengan tingkat kerumitan beragam.

Bagi pecinta kain tradisional, wajib berkunjung ke sini. Tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan kain khas daerah nusantara di Indonesia.

Dian Warastuti, salah satu pengunjung, menyampaikan kekagumannya atas kain-kain tradisional di seluruh Indonesia yang dipamerkan di acara. Ia menjadi tahu jenis-jenis kain khas yang dimiliki daerah. Wawasannya pun bertambah.

Dia sendiri rutin mengunjungi kegiatan ini. Itu sebabnya, ketika ia mendengar akan kembali diadakan setelah vakum 2 tahun, ia pun menyambutnya dengan penuh suka cita. Ia belajar banyak dari filosofi yang terkandung dalam pembuatan wastra.

Di bagian lobi saja, pengunjung, bisa menyaksikan kain-kain yang dipajang. Tidak untuk diperjualbelikan, melainkan sebagai karya seni yang bisa dipelajari.

Terdiri atas batik pesisir pusaka Indonesia koleksi Hartono Sumarsono, kain tapis Lampung koleksi Stephanus Hamy dan seni serat koleksi Binarul Anas.

Jumlah pengunjung yang tidak sebanyak sebelum-sebelumnya justru sangat menguntungkan baginya. Tidak ada kerumunan. Jadi, ia cukup leluasa mengitari area pameran tanpa khawatir tertular virus Corona.

Leave a Comment